Pergencar Sosialisasi Bahaya Rokok

bahaya-merokok

Ilustrasi Bahaya Merokok. / Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Pemerintah Kota (pemkot) Palembang , melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), akan menggencarkan sosialisasi bahaya rokok bagi masyarakat. Kepala Dinkes Palembang, Anton Suwindro mengatakan, sosialisasi itu akan dilakukan berbagai macam cara seperti menempel stiker, buku, dan penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kalau sudah di sosialisasikan mereka masih juga merokok, kami masih bisa toleransi. Bukan berarti dengan adanya sosialisasi para perokok berenti, tapi setidaknya bisa mengurangi,”kata Anton, kemarin.

Menurut Anton, merokok ini merupakan sebuah prilaku. Yang tidak mudah dirubah, karena dalam rokok mengandung zat aktif atau zat ketagihan yang bisa memberikan sensasi kenikmatan bagi perokok tersebut.

“Misalnya kami contohkan seperti orang yang terbiasa memakan pisang setelah makan, kalau tidak makan pisang maka belum kenyang. Nah, prilaku perokok juga seperti itu, habis makan tanpa rokok mungkin kurang lengkap,”jelasnya

Selain sosialisasi melalui, stiker, buku dan yang laiinnya, Anton menambahkan, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi bahaya rokok melalui media cetak maupun elektronik. Kalau dilihat dari Perda Nomor 7 tahun 2009, yang berisikan tentang larangan rokok artinya sebut Anton, larangan merokok itu berkaitan dengan hukum.

“Namun, sekarang ini melanggar hukum sudah dianggap biasa. Tapi kami mencoba pendekatan dari sisi kesehatan, dengan melakukan pemaparan bahaya rokok, mungkin cara seperti itu perokok bisa lebih ingat pentingnya menjaga kesehatan,”ucapnya.

Anton mengaku Indonesia, satu-satunya negara yang belum menandatangani XCPT di Asean untuk Framework Convention Tobacco Control (FCTC) atau perlindungan masyarakat terhadap asap akibat rokok.

“Inilah kenapa dalam kemasan produk rokok di Indonesia, berbeda dengan kemasan produk rokok di negara-negara ASEAN. Di negara lain, kemasan rokok ada gambar dampak bahaya rokok, yang cukup menakutkan dengan berbagai penyakit. Sementara di Indonesia, hanya tulisan yang sifatnya himbauan,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *