Pengemis dan Anjal Meningkat

pengemis

Ilst. Pengemis di Sekitar Masjid Agung Palembang | Bagus Park

PALEMBANG, KS-Paska pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Sosial mengaku kewalahan menangani meningkatnya anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), anak terlantar dan orang gila (orgil).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Faizal AR mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya, dua bulan belakangan ada 395 yang terjaring. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

“Untuk mengatasi masalah tersebut, kami bekerja sama dengan panti yang berada di Bengkulu, yang merupak milik Kementerian Sosial. Sedangkan anak funk bekerja sama dengan panti PSPD di Indralaya milik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumsel. Hal ini dilakukan agar mereka mendapat pengobatan lanjutan,”terang Faizal, Rabu (16/10)

Sambung Faizal, pihaknya agak kesulitan untuk melakukan penertiban khususnya untuk anjal yang meminta-minta. karena mereka sudah menjadikan kegiatan tersebut sebagai profesi dan malas mencari pekerjaan.

“Meski sudah dijaring dan dibina, besoknya kembali lagi. Kami pernah menertibkan satu orang koordinator. Dari sana kami ketahui perhari mereka dapat mengumpulkan uang Rp175- 400 ribu perharinya. Besarnya pendapatan yang mereka terima, membuat mereka menjadi malas untuk mencari uang,”ucapnya.

Faizal menghimbau, agar tidak bertambah banyak angka pengemis, anjal dan yang lainnya, masyarakat tidak memberikan uang pada mereka. “Kondisi ini sangat memperhatikan dan membahayakan. Karena banyak sekali modus yang dipergunakan, seperti menjadi loper koran, dan lainnya,”ucapnya.

Dinsos juga sambungnya, akan mengirim orgil ke Bengkulu. Disana mereka kata Faizal,  akan mendapatkan perawatan dan pengobatan di Panti  Bina Laras Daya Guna (BLDG), Bengkulu. “Kita sudah meminta bantuan ke Kementrian Sosial(Kemensos) dan diarahkan orgil yang dibina di panti, untuk mendapatkan lanjutan pembinaan di Panti BLDG, Bengkulu,”ucapnya.

Ia menjelaskan, 400 orgil yang tertangkap petugas dinsos ini tersebar di semua tempat sudut kota,hanya saja orgil lebih sering tertangkap di pelintasan lampu merah di jalan protokol di kota ini.

Sementara untuk pengemis dan gepeng sambungnya, akan dibina di Panti Gelandangan Anak Terlantar (PGOT). Disana sebut Faizal, mereka akan dibina “Selama kita bina, telah ada 30 gelandang yang melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP),”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *