Libur Lebaran, Sampah Pun Berserakan

sampah

Ilst. Sampah

PALI | KS-Meskipun menyandang status ibukota kabupaten, Kota Talang Ubi tidak serta merta menjadi kota yang bersih. Di beberapa titik di tengah kota, sampah justru menumpuk. Bahkan berserakan seperti tidak terurus.

Salah satunya di Pasar Talang Ubi. Di hari kedua lebaran Idul Adha, sampah bukannya menggunung, justru berserakan di badan jalan. Bahkan memakan separuh jalan. Warga yang melintas disitu, terpaksa harus minggir. Setidaknya sepanjang 25 meter sampah berserak tanpa tersentuh tangan untuk dikumpulkan.

Meskipun begitu, warga yang melintas seperti tidak terganggu. Sambil menutup hidung, warga melenggang begitu saja melanjutkan aktifitasnya.

Beberapa pedagang yang ada disekitar lokasi itupun cuek saja. Seolah sudah terbiasa. “Idak jugo terganggu. Sudah biaso kami jingoknyo nak. Mau diapakan lagi?” kata Aminah salah satu pedagang balik bertanya.

Menurut Aminah, dirinya sudah terbiasa dengan pemandangan sampah seperti itu. Dia menyadari bahaya kesehatan yang mengancam bila berdiam didekat tumpukan sampah. “Kami tahu kalau mengganggu kesehatan. Tapi mau bagaimana?” ujar Aminah.

Bahkan menurut Aminah, tumpukan sampah itu sudah dua hari dibiarkan disitu. Sehari sebelum lebaran sempat diangkut petugas kebersihan, tapi hanya separuh yang diangkut. “Kemarin sebelum lebaran diangkut sebagian. Setelah itu petugasnya tidak datang lagi,” ungkap Aminah yang berdiam dan berdagang didepan tumpukan sampah itu.

Kabar Sumatera (KS) yang sempat mengelilingi pasar melihat, bukan di tempat pembuangan sampah saja sampah berhamburan. Dibeberapa titik di sekeliling pasar, sampah-sampah tampak berserakan.

Yenni Rahmah BA, Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Talang Ubi yang dihubungii wartawan tidak mengelak dengan kondisi pasar tersebut. Menurut Yenni pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi sampah di kecamatan Talang Ubi. Dari dua truk yang biasanya dioperasikan, kedua-duanya rusak berat dan tidak bisa digunakan.

“Dua-duanya rusak, ada yang rusak kopling ada juga rusak rem. Jadi sampahnya tidak diangkut,” jelas Yenni.

Dalam sehari, sedikitnya enam truk sampah diangkut pihak UPTD dari seluruh kota menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah KM-10. Kondisi jalan yang menanjak dan masih jalan tanah, membuat mobil tua milik UPTD sering mogok atau rusak. Akibatnya banyak sampah kadang tidak bisa diangkut.

“Kondisi mobil yang sudah tua dan berumur hampir 20 tahun membuat Sering membuat susah. Banyaklah di bengkel daripada beroperasi,” jelas Yenni.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *