Lerai Perkelahian, Bocah Ini Dibanting ke Tanah

JERUJI

PALEMBANG, KS – Bermaksud hendak melerai perkelahian yang dilakukan oleh temannya, Ari (12) malah mendapat penganiayaan, bocah malang itu diangkat dan dibanting ke tanah, Rabu (16/10).

Tidak terima anaknya telah dianiaya, Sukamto (54) yang merupakan ayah Ari, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumsel, untuk melaporkan kasus penganiayan yang dialami anaknya.

Di hadapan petugas SPKT Polda Sumsel, warga Jalan Kebun Sayur, No 554, RT 54, RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang itu, melaporkan Fr (42), warga Kompleks Polygon Palembang, karena sudah menganiaya anaknya, ketika Ari melerai perkelahian antara Sugeng (11) dan Riki (12) yang tak lain anak Fr.

Peristiwa itu terjadi Selasa (15/10) sekitar pukul 14:00 WIB, tepatnya di halaman Masjid Al-Hijrah dalam Kompleks Kencana Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako.

Saat itu Ari melihat keributan antara Sugeng dan Riki. Karena merasa temannya, Ari langsung melerai keduanya. Tetapi nahas bagi Ari, saat ia ingin melerai kedua temanya itu, ia malah dipukul oleh Riki.

“Saya waktu itu mau misah Sugeng dan Riki berkelahi, tetapi saat dipisah Riki malah tidak senang dan langsung marah, lalu memukuli aku. Karena aku dipukuli saat itu aku mencoba mengelak, tapi karena merasa sudah dianiaya aku langsung memukul Riki satu kali,” ungkapnya.

Kemudian, sambung Ari, setelah ia memukul Riki rupanya saat itu ayah Riki (Fr-red) melihatnya. Ayah Riki langsung mendekat dan langsung membantingnya. “Saya langsung dimarahi pak, terus langsung diangkat dan dibanding ke lantai,” ungkap Ari yang mengaku masih trauma.

Kabid Humas Polda Sumsel, Djarod R Padakova, mengaku sudah menerima laporan korban. Laporan selanjutnya akan diproses lebih lanjut. “Kita akan coba memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Yang pasti, laporan korban akan terus kita proses,” kata Djarod.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *