Kredit Macet di SUMSEL Capai 3,59 Persen

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG | KS-Perlambatan ekonomi global beberapa bulan terakhir ikut mempengaruhi kemampuan nasabah dalam membayar angsuran di sejumlah produk kredit di perbankan sehingga peningkatan Non performing Loan (NPL) di SUMSEL pun tak terelakkan.

Sudarta Peneliti Ekonomi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah VII Palembang, menjelaskan, tingkat kredit bermasalah Non performing Loan (NPL) keseluruhan bank di Sumsel hingga september 2013 mencapai 3,59 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar, 3,15 persen.

Peningkatan ini, disebabkan oleh belum membaiknya harga komoditi di Sumsel sehingga membuat masyarakat harus menunda pembayaran hingga harga komoditi kembali stabil.

Walaupun tingkat NPL meningkat, BI menganggap hal ini masih bisa dimaklumi sepanjang levelnya  masih berada dibawah batas toleransi yakni 5 persen.

“Yang terpenting bagi kami adalah kualitas penyaluran kredit, dimana setiap perbankan harus lebih memprioritaskan penyaluran kredit di sektor produktif,”jelasnya.

Hingga Sepetember 2013 penyaluran kredit di Sumsel mencapai Rp 51,03 triliun dengan rincinan kredit modal kerja mencapai Rp 19, 008 triliun, kredit investasi Rp 12,473 triliun dan konsumsi mencapai Rp 12,473 triliun.

Lanjutnya berbagai cara sudah dilakukan BI untuk menekan angka NPL salah satunya melalui kebijakan pengetatan penyaluran kredit properti (KPR) yang merupakan salah satu produk pemberi sumbangsih NPL terbesar di sejumlah perbankan.

“Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan tingkat NPL di bulan kedepan dapat ditekan,”tutupnya.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *