Idul Adha 1434 Hijriyah: Tingkatkan Semangat Berkurban

Hari kedua perayaan Idul Adha, sejumlah warga masih ramai melaksanakan ibadah kurban

Hari kedua perayaan Idul Adha, sejumlah warga masih ramai melaksanakan ibadah kurban

PAGARALAM, KS–Hingga hari ke dua perayaan Idul Adha 1434 Hijriyah, sejumlah warga masih ramai melaksanakan ibadah kurban. Seperti di mushola Al Hikmah, Dusun Tebat Baru Ilir, Kecamatan Pagaralam Selatan, warga melaksanakan penyembelihan delapan ekor sapi, Rabu (16/10) kemarin.

Menurut Abdullah Kazar (31), salah satu panitia mengatakan, hingga hari kedua di mushola Al Hikmah masih melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih 8 ekor sapi.

“Alhamdulillah, antusias warga tergolong tinggi pada lebaran kali ini dengan adanya peningkatan jumlah hewan kurban sebanyak 8 ekor sapi, sedangkan tahun lalu hanya 5 ekor. Meskipun demikian, pelaksanaan kurban di tiap-tiap daerah menandakan ekonomi daerah sudah berjalan baik, termasuk pemahaman agama masyarakat jauh lebih baik lagi,” ujarnya seraya mengatakan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Lebih lanjut ia menambahkan, ibadah kurban itu mengingatkan umat muslim pada sejarah Nabi Ibrahim AS karena  ketika itu,  seorang Nabi mampu mengikhlaskan jika anaknya Nabi Ismail AS untuk disembelih sesuai dengan perintah Allah SWT melalui petunjuk mimpinya.

Kedua Nabi AS ini dengan hati yang ikhlas menerima perintah itu dan keduanya diridhoi  Allah SWT dan digantikan dengan seekor kambing. Untuk itu, perlu diteladani bagi umat Islam generasi akhir zaman kini, terlebih lagi adanya budaya yang sedikit bergeser dengan tujuan utama di hari raya Idul Adha.

“Semua ini perlu kita teladani sebagai umat Islam, mengingat begitu semangatnya jiwa berqurban Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang hanya semata-mata karena  Allah SWT, harapnya seraya menambahkan yang  terpenting niatkan ibadah ini semata-mata karena Allah SWT.

Senada diungkapkan Dinan,  salah satu warga yang ikut ibadah kurban, semangat untuk berkurban di hari raya Idul Adha kali ini tergolong tinggi. Itu bertanda ekonomi daerah membaik dan pemahaman agama jauh lebih baik.

“Antusias warga yang melaksanakan ibadah kurban kali ini cukup baik dan pembagian daging kurban pun lebih diutamakan ke masyarakat luas,” terangnya  seraya mengatakan semua ini dilakukan agar limpahan rezeki ini dapat dirasakan secara merata, segenap masyarakat terutama yang kurang mampu.

Teks : Antoni Stefen

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *