Dugaan Mark-Up RSUD Tiga Saksi Diperiksa

Kapolres Muara Enim, AKBP, M Aris S.Ik

Kapolres Muara Enim, AKBP, M Aris S.Ik

PALI | KS-Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikior) Polres Muara Enim, hingga kemarin tetap serius mendalami kasus dugaan penggelembungan (Mark-Up) uang jasa karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi. Sampai, Rabu kemarin (16/10) sedikitnya sudah tiga saksi diperiksa petugas.

Kapolres Muara Enim, AKBP, M Aris S.Ik kepada Kabar Sumatera (KS) di Talang Ubi, Rabu (16/10) mengatakan, pihaknya saat ini sudah memeriksa tiga saksi dan untuk mendalami kasus ini. Menurutnya, pihak kepolisian sedang memeriksa sejumlah dokumen yang diambil dari RSUD Talang Ubi.

Namun sampai saat ini, Aris menyebutkan kepolisian belum menetapkan tersangka, terkait kasus ini. “Kita belum menaikkan status kasus ini. Kita masih melakukan penyelidikan. Nanti setelah pemeriksaan saksi dan dokumen, baru kita bisa kita putuskan apakan akan ditingkatkan menjadi penyidikan atau bagaimana,” jelas Aris.

Apabila kasus ini ditingkatkan menjadi penyidikan, pihaknya akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit. “Kita masih butuh hasil pemeriksaan BPKP. Berapa jumlah kerugian negara yang ditimbulkan. Jadi masih butuh waktu,” tambhanya.

Pemeriksaan saksi yang dilakukan jajaran Polres, masih sebatas saksi internal RSUD dan belum sampai memeriksa terlapor (oknum Ys, red). “Kita belum periksa. Karena masih mengumpulkan bukti-bukti. Jangan sampai saat memeriksa bukti belum cukup, takutnya pemeriksaan tidak maksimal,” terangnya.

Aris juga mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan nantinya bakal ada tersangka. ”Kasus korupsi ini perlakuannya kan khusus. Kita harus mengumpulkan bukti-bukti dulu. Setelah bukti sudah cukup, baru kita periksa terlapornya. Nah, disitu baru bisa kita putuskan,” lanjut Aris.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Talang Ubi, Fery Septarini melaporkan Ys (39) staf bagian keuangan RSUD Talang Ubi. Fery merasa tanda tangannya di Daftar Tanda Terima pembayaran uang jasa, telah dipalsukan oleh Ys sehingga RSUD mengalami kerugian sebesar Rp 35.924.008,-.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *