Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Mati Mendadak

HL-Andalas-Warga-Desa-Ulak-Bandung-sedang-mengais-ikan-yang-mabuk-dan-mati-diduga-akibat-limbah-pabrik

Ratusan masyarakat warga desa ulak bandung dan desa Guci berbondong bondung mengambil ikan yang di duga tercenmar oleh limbah pabrik sawit milik PT Cipu,dan ikan yang berhasil ditangkap warga sekitar. / Foto : Siswanto KS

Muaraenim KS – Ratusan bahkan ribuan ikan di aliran Sungai Lagan, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim, mati mendadak. Matinya ikan tersebut diduga akibat limbah yang bersumber dari PT Cipta Futura (Cifu), yang meluber dan mencemari Sungai  Lagan.

Pantauan di lokasi, sungai lagan tepatnya di bawah jembatan PT Servo Senin (13/10), ratusan warga dua desa yakni warga Desa Ulak Bandung dan Desa Guci berduyun duyun turun ke sungai untuk mengambil ikan yang sudah mabuk dan mati .

Haris  (42), warga Desa Ulak Bandung mengatakan, dirinya mengambil ikan yang sudah mabuk seperti ikan Baung , ikan  Lampam, Lais , Lambak dan ikan jenis lainnya  akibat limbah pabrik di hulu Sungai Lagan.

“Kami mengetahui kalau ada banyak ikan yang sudah mabuk sejak pagi tadi ,jadi kami berebut mengambil ikan-ikan yang belum mati. Setiap orang hampir puluhan kilo dapat,” ujar Haris kepada wartawan.

Senada dengan diungkapkan Herman warga Desa Guci. Menurutnya, sungai tersebut merupakan sungai yang dibutuhkan warga untuk dikonsumsi sehari-hari oleh petani yang membuka lahan di sepanjang Sungai Lagan ini.

Namun, dengan adanya limbah tersebut tentunya warga sekitar kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.

“Sungai lagan ini juga merupakan tempat sebagian masyarakat yang berprofesi nelayan mencari nafkah. Sekarang akibat hujan tadi malam, kondisi air sungai hitam dan berbau yang mengakibatkan ratusan ikan mati.  Kami kira akibat limbah pabrik sawit yang berada di hulu Sungai Lagan ini,” tuturnya bersama beberapa warga yang sedang sibuk mengambil ikan yang sedang mabuk.

Lain halnya dengan Saidi (50),  warga desa  Guci saat di temui mengatakan dirinya berani mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar. “Saya takut kalau akibatnya berdampak pada kesehatan. Dulu pernah terjadi akibat mengkonsumsi ikan yang tercemar limbah satu keluarga terkena ganguan di pencernaan,” terangnya.

Sementara itu, Sopyan dari Manajemen PT Cipu saat dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan pihaknya belum mengetahui kalau ada limbah pabrik yang mengalir ke Sungai Lagan.

“Saya belum tau kalau ada limbah , karena belum ada laporaan warga , saya sekarang lagi berada di Palembang. Kami akan cek ke lapangan untuk memastikan kalau limbah tersebut benar adanya,” tegasnya.

Teks : Indra/Siswanto I Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *