Daerah Endemis DBD

Ilst. Fogging

Ilst. Fogging

PALEMBANG, KS-Bukan hanya banjir yang menjadi ancaman, masyarakat Sumsel juga harus mewaspadi wabah demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan saat ini.

Apalagi menurut Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, H. Mulyono, Sumsel termasuk daerah endemis DBD di Indonesia. Suatu daerah dikatakan endemis DBD, jika terjadi kasus DBD tiga tahun berturut-turut.

Data Dinkes Sumsel menunjukkan, dari 15 kabupaten/kota di Sumsel, 13 kabupaten dan kota di antaranya atau sekitar 87 persen daerah dinyatakan endemis DBD. Hanya dua daerah yakni Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan OKU Selatan yang tidak.

“Dari 13 kabupaten dan kota tersebut, Palembang merupakan daerah tertinggi kasus dan penderita DBD nya,”sebut Mulyono, kemarin.

“Selain Palembang, daerah lainnya yang ada di Sumsel adalah Lubuk Linggau, Prabumulih, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim dan Pagaralam,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes Sumsel, pada 2011 lalu, DBD di Sumsel terjadi sebanyak 2.015 kasus. Dari ribuan kasus itu, 32 pasien meninggal dunia. Kasus paling banyak terjadi di Palembang dengan 723 penderita.

Sementara di Muara Enim sebanyak 292 kasus, dimana 1 penderita meninggal dunia. Kemudian Prabumulih sebanyak 225 kasus dengan 1 penderita meninggal dunia. “Secara keseluruhan untuk kasus DBD di Sumsel masih bagus, incident rate (IR) sebesar 27/100.000 penduduk. Ini masih dibawah standar program pemerintah pusat melalui kementrian kesehatan sebesar 54/100.000 penduduk,” jelas Kepala Dinkes Sumsel, Dr Fenty Apriana.

Banyaknya korban jiwa akibat DBD ini kata Fenty, dikarenakan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai DBD.  Penderita DBD yang dibawa ke rumah sakit, sering sudah menderita sakit beberapa hari. Keterlambatan mendapatkan perawatan inilah, yang rentan menyebabkan penderita DBD meninggal dunia.

“Sering masyarakat mengira, itu hanya sakit biasa sehingga dibiarkan. Harusnya saat gejala demam, secepatnya penderita diperiksakan kesehatannya. Mungkin dikira sakit yang diderita tadi sakit panas biasa,” ujarnya.

Seharusnya ketika seseorang menunjukkan gejala demam, harus secepatnya dibawa berobat ke pusat pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit. Dimusim penghujan saat ini, masyarakat pun, harus meningkatkan kewaspadaanya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *