Awas, DBD Mengancam

Grafis DBD

Info Grafis DBD

PALEMBANG, KS-Memasuki musim penghujan yang mulai terjadi belakangan, masyarakat diminta untuk mewaspadai bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang mulai mengancam. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Anton Suwindro mengatakan, penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk ini seringkali terjadi karena banyaknya genangan air.

“Berdasarkan catatan kami, jumlah pasien DBD Januari hingga 10 Oktober, terdapat 386 pasien. Ini ada peningkatan sejak dua bulan terakhir, yakni pada Agustus dan September,”katanya yang dibincangi, Rabu (16/10).

Menurut Anton, peningkatan jumlah pasien DBD ini cukup tinggi yakni sekitar 15 persen yang tersebar di beberapa Puskesmas yang ada di Palembang. “Ada, empat wilayah kerja puskesmas yang memiliki kasus terbanyak berdasarkan insiden rate (IR), seperti di Puskesmas 23 Ilir dengan IR 91,2 persen, Puskesmas Kampus, IR 71,80 persen, dan Puskesmas Talang Ratu IR 66,78 persen. Sejauh ini dari lebih 300 kasus tersebut, belum ada kasus kematian DBD,”akunya.

Anton menilai, tidak adanya kasus kematian ini disebabkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mulai tinggi. Selain itu, petugas kesehatan juga cukup siaga dalam menangani pasien ini.

“Untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat, Dinkes akan secara aktif menginformasikan pada masyarakat melalui media, serta surat edaran ke puskesmas dan puskesmas pembantu,”bebernya.

Anton berharap, masyarakat dapat terus memperhatikan kondisi lingkungan. Bila ada tempat yang dapat menampung air hujan, maka segera dikubur. Dengan banyaknya tempat penampungan air memungkinkan nyamuk dapat bertelur dan menyebarkan bibit penyakit.

“Selain itu hal lain yang perlu dilakukan masyarakat dengan mengikuti pola 3M yakni menguras, mengubur, dan menutup tempat air. Untuk menghindari dengan cara lainnya, serta masyarakat juga bisa menaburkan bubuk abate pada bak penampungan air di kamar mandi,”ujarnya.

Sementara itu kepala Puskesmas Merdeka, dr Desty mengaku, jumlah penderita DBD di Puskesmas Merdeka sangat minim. “Masyarakat saat ini, sudah sadar lingkungan bersih, kalau lingkungan bersih penyakit tidak akan singgah,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *