Awas, Biro Perjalan Haji Ilegal

haji

PALEMBANG, KS-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), yang hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci dengan menggunakan biro perjalanan haji sebaiknya lebih berhati-hati.

Pasalnya, bukan tidak mungkin niatan suci itu harus gagal dilaksanakan. Ini juga yang dialami 244 jemaah calon haji (CJH) asal Ogan Ilir (OI), yang menggunakan fasilitas ongkos naik haji (ONH) plus melalui biro perjalanan haji PT Karibin Nur Travel (KNT). Mereka harus gagal menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

Cerita itu, bukanlah cerita baru di Sumsel. Tahun lalu, juga ada puluhan CJH yang mengalami nasib serupa.  “Ini sudah masalah lama, harusnya masyarakat berhati-hati,” kata Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefudin Latif, Rabu (16/10).

Persoalan tersebut menurut Saefudin, kerap muncul setiap tahunnya. Hal itu selalu terjadi karena, banyaknya CJH yang tidak sabar menunaikan ibadah haji. Sehingga kerap dimanfaatkan  pihak tertentu, dengan iming-iming mampu memberangkatkan haji tanpa harus menunggu lama.

“Padahal kuota haji sudah penuh, sampai 2025. Kita berharap masyarakat untuk mengetahui biro mana yang resmi dan berkoordinasi agar tidak jadi korban,” jelasnya.

Hanya 3 Biro Resmi

Dari data Kanwil Kemenang Sumsel menurut Saefudin, hanya ada tiga biro perjalanan haji di Sumsel yang resmi ditunjuk Kemenag untuk mengurus keberangkatan haji. Ketiga biro tersebut yakni Biro Anaja, Pandi Kencana dan Ami Tour.

“Selebihnya, biro perjalanan tersebut tidak resmi dan tidak terdaftar termasuk biro perjalanan PT Karibin Nur Travel (KNT), yang berlokasi di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya seperti diberitakan Kabar Sumatera, sekitar 250 orang CJH asal Indralaya, Kabupaten OI, gagal menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

Mereka tidak bisa berangkat ke tanah suci melalui PT KNT sebagai biro perjalanan haji yang mengurus mereka. Itu karena,  visa bagi calon tamu Allah SWT ini, tak kunjung keluar.

Ironisnya, hampir 80 persen CJH melalui biro tersebut gagal untuk kedua kalinya, dalam menunaikan ibadah haji setelah tahun 2012 lalu melalui travel yang sama.

“Kami gagal berangkat, padahal sudah setor Rp77 juta perorang untuk ONH. Saya baru dikasih tahu, tidak berangkat tahun ini pada 9 Oktober lalu setelah dihubungi pihak biro,” keluh salah satu CJH yang gagal berangkat.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor    : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *