Ustadz Cepot Ogah Pakai Manajemen

Ustadz Cepot saat di Kabupaten PALI

Ustadz Cepot saat di Kabupaten PALI

PALI | KS-Tidak seperti da’i-da’i kondang lainnya yang menggunakan jasa manajemen untuk mengatur kegiatannya. Drs Ahmad Ikhsan alias Ustadz Cepot justru tidak memiliki manajemen.

Saat datang ke Talang Ubi Kabupaten PALI, Kamis kemarin (10/10) justru datang sendirian tanpa pengawalan atau ajudan. “Gak demen ana pake yang kayak gituan. Manajemen ana, yaa istri ana. Kalau istri mengizinkan, ana berangkat aje. Ngapain repot,” kata Ustadz Cepot dengan dialek khas betawi-nya.

Bagi lelaki kelahiran 52 tahun lalu itu, menggunakan manajemen justru membuat ia ‘berjarak’ dengan ummat. “Ana kalau ceramah kemana aja. Kagak milih-milih tempat. Mau ke kawinan atau khitanan juga boleh. Yang ngundang orang gak punya ayoo. Kalau pakai manajemen kan harus melihat dulu siapa yang ngundang dan tempatnya gimana. Kalau kita kagak milih,” tambahnya.

Akibat tidak memiliki manajemen inilah, Ustadz Cepot justru sering tertipu. Ia pernah diundang kesuatu tempat, dan ketika ia datang justru acaranya batal. “Maaf ustadz, acaranya batal,” ujarnya menirukan ucapan panitia. Padahal ia sudah keluar biaya untuk hadir.

Bukan itu saja, ia bahkan sempat dua kali harus mengembalikan uang dari orang yang mengundangnya. “Waktu itu saya diundang ceramah ditempat khitanan. Pas lihat rumahnya masih ngontrak dan kondisi ekonominya, waduhh gak sampai hati nerimanya. Akhirnya ana kembaliin sangu (pemberian–red) dari tuan rumah. Gak tegaan ana nya,” terang dia.

Kesederhanaan yang dimilikinya itulah yang membuat dia laris di panggil kemana-mana. Dari segi penampilan, meskipun wara-wiri dilayar kaca, Ustadz Cepot justru jauh dari kesan glamor. Ponsel yang ia gunakan pun ponsel sederhana seharga Rp1 juta.

Baginya, setiap pemberian dari panitia yang mengundangnya ia pergunakan buat mendukung pondok pesantren yang dipimpinnya. “Ana harus menghidupi 1000 santri di Ponpes Mumtaz. Bayangin aja, santrinya cuma bayar Rp350 ribu per bulan. Buat makan dan bayar gaji ustadz-ustadzah. Kalo gak ceramah, mana cukup,” ungkap dia.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS
EDITOR : IMRON SUPRIYADI



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *