Ustadz Cepot Ajak Pejabat PALI Untuk Berbagi

 

Ustadz Cepot saat di Kabupaten PALI

Ustadz Cepot saat di Kabupaten PALI

PALI | KS -Seakan tiada bosannya dengan kegiatan Tabligh. Setelah Sabtu lalu didatangi Ustadz Solmed, Kamis (10/10) kemarin warga Talang Ubi kembali dikunjungi, Drs Ahmad Ikhsan alias Ustadz Cepot. Da’i kondang yang biasa tampil di televisi.

Mengenakan setelan safari warna krem dilengkapi sorban putih dan tongkat khas-nya. Ustadz Cepot memberikan tausyiah sembari menghibur warga. Gerakan karikatur khas dari Cepot membuat masyarakat tergelak.

Tabligh Akbar yang digelar di lapangan Ampera disamping Terminal Talang Ubi itu dihadiri ribuan warga Talang Ubi dan sekitarnya. Sementara dibarisan undangan diatas panggung tampak mendampingi penyandang dana Iskandar Anwar, SE dan Plt.Sekda Kabupaten PALI, Drs Amirudin Tjikmat MM. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan, Drs M Amin MSi, Kepala Dinas Perhubungan Kominfo, Drs Rusman Firman MM, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Romli Holfiah dan beberapa pejabat teras Kabupaten PALI lainnya.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Cepot mengajak para pejabat yang hadir untuk mengutamakan ibadah dalam menunaikan tugasnya. “Bapak Sekda harus duluan sholat dimasjid, biar warganya ikut ke masjid. Juga kepala dinasnya harus lebih dulu baru bawahan,” pesan Ustadz Cepot.

Tidak hanya para pejabat yang disindir ustadz kocak ini. Seluruh elemen yang hadir juga tidak luput dari nasihatnya. Mulai dari Ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak, guru dan ulama semuanya dinasihati Cepot.

Uniknya penyampaiannya yang kocak dan kadangkala membuat hadirin tergelak, tidak membuat warga tersinggung. “Sekarang masalah Hak Azazi Manusia alias HAM sudah kebablasan. Guru yang sayang sama anak murid dikenai HAM. Guru yang menjewer muridnya karena anaknya bandel dan ingin anak muridnya bener, pasti dikenai HAM. Padahal si Guru udah ingin memperbaiki akhlak muridnya. Makanya, ibu-ibu kalau anaknya sampai dijewer sama guru jangan ngadu. Kalo dijewer pasti anaknya nakal,” kata Ustadz Cepot.

Ajak Berbagi

Seperti biasanya tampil, Ustadz Cepot selalu mengajak pejabat yang hadir untuk berbagi kasih. Satu persatu pejabat di “todong” untuk berbagi dengan sesama.

Satu persatu anak yatim, janda dan guru ngaji dipanggil Cepot keatas panggung. Mereka ditanyai dengan berbagai pengetahuan keagamaan. Sebagai hadiah, Ustadz Cepot meminta para pejabat yang ada dipanggung untuk merogoh dompet memberikan mereka uang.

Dimulai dari Plt. Sekda, Drs Amiruddin Tjikmat yang diminta Ustadz Cepot untuk memberikan hadiah kepada dua anak yatim yang dipanggilnya ke panggung.

“Setidaknya mereka bahagia sudah mengikuti pengajian. Kan dapet duit. Lagian yang berada dibelakang pasti mau duduk didepan. Ngarep ana panggil,” terang Ustadz Cepot seusai acara.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS
EDITOR : IMRON SUPRIYADI



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *