Ratusan Juta Dana RSUD Talang Ubi Menguap

- Surat Lapor Polisi - Tiga Anggota Tipikor Polres Muara Enim meninggalkan ruangan RSUD Talang Ubi

– Surat Lapor Polisi
– Tiga Anggota Tipikor Polres Muara Enim meninggalkan ruangan RSUD Talang Ubi

PALI | KS-Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai BLUD, Rumah Sakit (RS) sesuai peraturan diperkenankan memungut biaya atas pelayanan yang diberikannya. Dana inilah dipergunakan untuk membayar uang jasa pelayanan kepada karyawan.  Secara otomatis karyawan RSUD tersebut mendapatkan uang jasa setiap memberikan tindakan pelayanan yang dibayarkan sebulan sekali.

Namun, menurut sumber Kabar Sumatera (KS) di PALI, yang enggan disebut namanya, uang jasa yang seharusnya diterima karyawan RSUD diduga tidak sampai kepada yang berhakl menerimanya.

Sumber KS mengatakan, adalah Ys (39 tahun) oknum PNS di Bagian Keuangan RSUD Talang Ubi diduga memalsukan tanda tangan karyawan untuk menggelembungkan dana uang jasa langsung dan tidak langsung karyawan. Akibatnya RSUD Talang Ubi dirugikan ratusan juta rupiah.

Kecurigaan terjadinya penyelewengan ini terjadi saat salah satu bagian  di RSUD Talang Ubi menerima kuitansi pembayaran uang jasa  sebesar Rp 18juta. Padahal uang jasa yang seharusnya dibayar kepada karyawan sebesar Rp 13juta.

Melihat adanya selisih tagihan dan pembayaran yang jumlahnya cukup besar inilah yang membuat curiga para karyawan. Setelah dikoordinasi dengan bagian lain seperti laboratorium, apotik, dan lain-lain ternyata mengalami hal yang sama. Ada selisih antara pembayaran di bagian keuangan dengan pembayaran yang diberikan kepada karyawan.

Merasa pembayaran yang seharusnya diterima tidak sesuai dengan catatan yang ada di bagian keuangan, karyawan pun sontak menjadi resah. Secara bersama-sama para karyawan melakukan penelusuran kenapa sampai terjadi perbedaan yang begitu besar.

Pemalsuan Tanda tangan

Setelah ditelusuri oleh para karyawan, ternyata ada pemalsuan tanda tangan para karyawan untuk menggelembungkan besaran uang jasa karyawan.

Menanggapi hal ini, dr Hj Eni Zatila MKM, mantan Direktur RSUD Talang Ubi, selaku Kuasa Pengguna Anggaran langsung memanggil Feri Septarini, Pejabat Pembuat Komitmen. Kepada Feri, dr Eni menanyakan kenapa sampai terjadi selisih pembayaran uang jasa karyawan.

Setelah seluruh kuitansi pembayaran diteliti, Feri Septarini mengelak melakukan pembayaran sebesar itu. Bahkan Feri tidak mengakui tanda tangan yang ada di kuitansi itu tanda tangan dirinya.

Guna mengklarifikasi hal ini, dr Eni memanggil Neni Rosita, Bendahara dan Ys sebagai staf keuangan RSUD menghitung ulang uang jasa karyawan. Setelah dilakukan penghitungan ulang terhadap pembayaran uang jasa langsung dan tidak langsung karyawan, ternyata terdapat selisih yang jumlahnya sangat besar.

Hasil penghitungan yang dilakukan bersama-sama antara dr Eni Zatila, Neni Rosita dan oknum Ys, ternyata uang jasa langsung dan tidak langsung karyawan  untuk bulan Agustus 2013 saja terdapat selisih Rp 35.924.088,- yang tidak dibayarkan kepada karyawan. Dan oknum Ys tidak mampu menjelaskan dana tersebut.

Saat ditemui wartawan di RSUD Talang Ubi dan ditanyakan mengenai hal ini, Eni Zatila tidak bisa mengelak. “Tahu dari mano?” Eni balik bertanya.

Namun, Eni mengakui telah terjadi dugaan penggelembungan dana oleh salah satu karyawan RSUD. “Baru dugaan dan jumlah persisnya belum tahu karena masih dihitung yang berwenang,” kata Eni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI.

Saat disodorkan angka yang diperoleh KabarSumatera (KS), Eni tidak membantahnya. “Kira-kira untuk bulan Agustus 2013 besarnya seperti itu. Kalau totalnya kami tidak tahu, apakah bulan-bulan sebelumnya dan berapa lama modus ini berjalan belum tahu. Biar yang berwenang yang mengungkap,” tambah dia.

Eni juga membantah bila tanda-tangan dirinya ikut dipalsukan. “Tanda tangan saya tidak dipalsukan, yang dipalsukannya kan tanda tangan karyawan,” jelas Eni.

Dugaan penggelembungan uang jasa karyawan RSUD Talang Ubi ini, sekarang sedang diproses oleh polres Muara Enim. Feri Septarini selaku Pejabat Pembuat Komitmen telah melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Ys ke Polres Muara Enim dengan bukti lapor nomor LP-B-651/X/2013/RES/MuaraEnim tanggal 10 Oktober 2013 .

Beberapa saksi termasuk dr Eni Zatila sendiri sudah diperiksa oleh Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Muara Enim sebagai saksi. Bahkan wartawan sempat memergoki anggota dari Polres Muara Enim yang berpakaian preman melakukan pemeriksaan di RSUD Talang Ubi. Wartawan sempat mencoba menggali informasi dari para anggota tersebut. Namun mereka sangat tertutup.

“Dak tahu jugo, pak. Kami jugo tamu disini,” kata salah satu anggota sambil berlalu meninggalkan salah satu ruangan di lantai II RSUD.

Seusai sholat jum’at, wartawan juga sempat melihat beberapa karyawan secara berombongan mendatangi salah satu ruangan di lantai dua gedung direktur. “Seluruh karyawan nak diperikso tipikor,” bisik salah satu karyawan.

Beberapa karyawan yang berhasil ditemui KabarSumatera, tidak bisa menyembunyikan kegeramannya terhadap oknum Ys tersebut. “Pokoknyo kami mintak dio diberhentikan. Kami tidak senang kalau dia cuma disuruh mengembalikan duit. Alangkah enaknya dia. Sudah korupsi dan mengembalikan duit dan selesai masalahnya. Kalau bisa seperti itu, kami bisa korupsi juga,” ujar salah satu karyawan yang minta namanya disembunyikan.

TEKS / FOTO  : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *