Petani Musirawas Harapkan Harga Karet Naik

Ilst.

Ilst.

MUSI RAWAS, KS-Sejumlah petani di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan mengharapkan harga jual karet bisa terus meningkat dan minimal dapat bertahan kisaran Rp10.000 per kilogram.

Sejak dua pekan terakhir harga jual karet di tingkat pedagang pengumpul mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya Rp5.500 per kg, dan beberapa hari kemudian bergerak naik mencapai Rp9 ribu per kg, kata Muksin, salah seorang petani karet di Kecamatan Muara Kelinggi, Rabu (9/10) kemarin.

Kalau harga pada tingkat pedagang besar atau menjual pada pull karet harga beli mereka antara Rp9.000-Rp10.000 per kilogram dan tergantung kualitas.

Ia mengharapkan, kenaikan harga karet itu terus berlanjut agar kondisi ekonomi warga kembali membaik setelah anjlok beberapa bulan sebelumnya.

Bila harga karet stabil Rp10 ribu per kilogram, maka tingkat ekonomi masyarakat Musirawas kembali meningkat karena tanaman karet merupakan salah satu unggulan petani di daerah itu.

“Kami sebagai petani sangat berharap agar harga karet ke depan tetap naik, sehingga dapat membantu roda perekonomian terutam masyarakat di pedesaan,” tuturnya.

Salah seorang pedagang besar hasil perkebunan karet Ahmad mengatakan, harga beli karet petani saat ini sudah naik dari sebelumnya Rp8.000 menjadi antara Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram.

“Kita membeli karet petani itu tetap melalui pedagang pengumpul dan tergantung kualitas, sedangkan pengolahan karet asalan itu selain dibawa ke Palembang juga sebagian diolah di Bengkulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musirawas,  Ramdani mengatakan, luas tanaman karet di wilayah itu sudah di atas 100 ribu hektare, namun sebagian besar sudah berusia tua dan saat ini akan diremajakan.

Pemerintah daerah akan menyediakan bibit karet unggul bagi petani, namun untuk biaya pembukaan lahan atau reklamasi masyarakat nantinya akan mendapat kredit dengan bunga rendah dari perbankan.

“Kami tetap akan mendukung masyarakat mendapatkan kredit, tapi harus memenuhi persyaratan yang diminta perbankan, terutama status kebun yang akan direklamasi itu,” katanya.

 

 

Teks: Faisol

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *