Pengelolaan IPAL Tidak Memenuhi Standar

Ilst. Ipal

Ilst. Ipal

PAGARALAM, KS—Rumah Sakit Daearah (RSD), Besemah Kota Pagaralam, dinilai kurang begitu serius mengelola kebersihan lingkungan sekitar.

Hal itu merupakan kesimpulan hasil inspeksi mendadak (Sidak), jajaran Pemerintah Kota Pagaralam, dalam hal ini Wakil Walikota Pagaralam Novirzah SE, yang menemukan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), di rumah sakit tipe C ini tidak memenuhi standard.

Menurut Wawako, sesuai hasil temuan yang dilakukan langsung oleh pihaknya, keberadaan IPAL yang ada sudah tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Termasuk pula ditemukan alat pengelolaan limbah yang rusak dan tidak berfungsi sama sekali.

“Saya minta pihak RSD Besemah agar secepatnya melakukan pembenahan dan perbaikan, khususnya terhadap IPAL yang ada. Setidaknya buatkan bak penampungan limbah yang sederhana saja, sehingga limbah rumah sakit ini tidak meluber ke mana-mana, apalagi dapat mengganggu masyarakat,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, selain di rumah sakit termasuk pula puskesmas-puskesmas yang ada mesti memperhatikan kebersihan lingkungan dan bisa memiliki IPAL sederhana yang standard secara bertahap.

Sebetulnya, sambung Novirzah, limbah ini banyak didapati bahan kimia berbahaya, termasuk bahan organik atau nonorganik lainnya. Sehingga hal itu begitu berpotensi mencemari lingkungan.

“Padahal, cara pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan begitu penting,  karena dapat berdampak buruk pada kualitas lingkungan,” ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur RSD Besemah Dessy Eviani melalui  Kepala Bidang Penunjang, Yanti mengakui hal itu. Ia mengatakan, sejauh ini IPAL sederhana  yang ada sudah dipergunakan cukup lama yaitu sejak 2008 yang lalu hingga kini.

“Tahun ini (2013-red), kita telah programkan IPAL standard. Sementara tempat pengelolaan air limbah yang dihasilkan lebih sederhana, bahkan dijamin tidak akan mengganggu masyarakat.,” kata Yanti.

Meski begitu, program IPAL akan menyerap anggaran yang tidak sedikit, karena dapat  menghasilkan output air limbah yang memenuhi nilai  mutu sesuai regulasi yang ada.

Lanjutnya, sejak menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dana operasional belum mencukupi ketersediaan anggaran untuk IPAL. Meningat manajemen tetap memprioritaskannya karena merupakan salah satu sarana yang penting dalam jalannya pelayanan masyarakat.

“Jika pihak RSD Besemah  belum juga melakukan  peremajaan terhadap beberapa mesin pengelolaan limbah, dapat dipastikan kinerja rumah sakit  tidak akan maksimal,” singkatnya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *