KPK ‘Intip’ Pemkot Palembang ?

kpk

PALEMBANG,  KS-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di kabarkan sempat mendatangi kantor pemerintah kota (pemkot) Palembang, Kamis (10/10). Informasi ini merebak di kalangan wartawan. Penyidik KPK itu, disebut-sebut memeriksa keuangan pemkot.

Kedatangan penyidik KPK ini, terkait dengan kasus yang kini menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar yang diamankan KPK karena diduga menerima suap terkait pemililihan umum kepala daerah (pemilukada) Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Tak hanya diduga menerima suap di pemilukada Gunung Mas, Akil juga disebut-sebut diduga menerima suap dalam beberapa perkara pemilukada di Indonesia, salah satunya pemilukada Palembang.

Namun kabar tersebut dibantah kebenarannya oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Palembang, Zulfan AK, Menurutnya, tidak ada penyidik KPK yang ‘mengobok-obok’ Pemkot Palembang.

“Itu tidak benar, tidak ada penyidik KPK yang memeriksa keuangan pemkot. Kami tidak mengetahui apa-apa,” kata Zulfan yang dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (11/10).

Menurut Zulfan,  pengelolaan keuangan di pemkot tidak bisa dihubungkan dengan kasus Akil Mochtar. Sebab kasus itu, sifatnya sudah masuk ranah politi sementara mereka tegas Zulfan, hanya bekerja secara profesional. “Itu hanya isu saja, karena yang kita ketahui bersama, Akil Mochtar tersebut tertangkap tangan, jadi pastilah di kait-kaitkan semua,”ujarnya.

Zulfan juga mengaku tidak tahu banyak, dengan pengelolaan keuangan pemkot selama ini. Sebab ia terhitung adalah pejabat  baru.  “Kami hanya melaksanakan kerja secara profesional, jangan dihubungkan dengan politik,” ucapnya.

Sebelumnya, eks calon wali kota (cawako) Palembang, Sarimuda menyebut diduga ada aliran uang dari Palembang ke Akil Mochtar terkait sengketa pemilukada Palembang. “Sebelum sidang putusan MK terkait sengketa pemilukada Palembang, petugas bandara mendapatkan ada pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Palembang yang membawa uang dalam jumlah yang banyak ke Jakarta,” kata Sarimuda yang dibincangi terminal kedatangan Bandara Sultan Machmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Jumat (4/10) lalu.

Ia menyebut uang itu, disimpan dalam banyak koper. Diprakirakan uang tersebut menurut Sarimuda, jumlahnya antara Rp7 miliar sampai Rp8 miliar. “Saat ditanya petugas bandara, untuk apa uang itu. Di jawab mereka, untuk membeli alat berat. Tetapi itu tidak mungkin, karena untuk pengadaan alat berat harus melalui tender,” jelasnya.

Terkait tudingan Sarimuda itu, Wali Kota Palembang, Romi Herton mengaku ia sejak kecil terbiasa dididik orang tuanya untuk menjunjung tinggi prinsip kejujuran. Sehingga dipastikannya, tidak ada kecurangan yang dilakukannya.

Romi tak mau berkomentar banyak tudingan Sarimuda itu, ia juga tidak mau berkomentar terkait kasus hukum yang melilit mantan Ketua MK, Akil Mochtar tersebut. “Saat ini bagi saya, bagaimana membangun Palembang itu yang penting. Soal MK, biarkan penegak hukum yang menanganinya,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *