Tergenang Air, Tanaman Melon PTBA Gagal Panen

Tanaman Melon PTBA yang gagal panen, karene tergenang air.

Tanaman Melon PTBA yang gagal panen, karene tergenang air.

MUARAENIM I KS-Tanaman buah melon yang dikelola oleh beberapa petani di kawasan persawahan Islamic Center, Desa Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim mengalami gagal panen.

Hal itu disebabkan lahan tersebut tergenang air hujan yang mengguyur Kota Muaraenim dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Program yang didanai sepenuhnya oleh PT. Bukit Asam (PT BA) Tbk tersebut, ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

“Gagal panen yang kita alami, karena selama dua hari sawah yang menjadi tempat kita menanam melon tergenang air hujan. Akibatnya semua buah melon yang kita tanam mengalami kebusukan. Kerugian kita taksir mencapai puluhan juta rupiah, karena tidak ada satupun buah melon yang berhasil di panen,” tutur Irwan (30), salah seorang petani yang mengelola tanaman buah melon dari PTBA, ketika ditemui Kabar Sumatera dilokasi, Kamis (10/10).

Program ini, kata Irwan, merupakan penanaman buah melon perdana yang didanai oleh PTBA melalui CSR-nya. Atas kegagalan ini, pihaknya selaku petani yang mengelola tanaman melon akan menyerahkan sepenuhnya kepada PTBA. Apakah akan dilanjutkan atau dihentikan sampai disini, karena panen perdana yang dilakukan mengalami gagal total.

“Sebenarnya melon yang kita tanam dalam waktu dekat akan dipanen, karena usianya hampir mencapai 86 hari. Namun, keburu diguyur hujan yang cukup lama, membuat sawah tempat ditanamnya melon tergenang air. Dan parahnya lagi melon yang siap panen mengalami kebusukan. Adapun luas lahan yang sedang ditanam melon sekitar tiga seperempat hektar,” terang Irwan.

Kejadian gagal panen ini, lanjut Irwan, telah disampaikan oleh mereka kepada PTBA dan telah di cek oleh PTBA. Agar tidak sia-sia dan terkesan mubazir, atas inisiatif para petani, lahan tempat ditanamnya melon tersebut langsung diganti dengan tanaman jagung manis. Adapun dana yang digunakan untuk menanam jagung manis tersebut, berasal dari kantong pribadi mereka sendiri, bukan dari PTBA.

“Sebelumnya, kita telah menanam melon yang merupakan program dari Akbid Muaraenim. Saat itu, penanaman melon yang kita lakukan berhasil dengan baik. Untuk program PTBA ini, kita akui lahannya kurang tepat untuk menanam melon karena mudah tergenang air,” pungkas Irwan.

Sementara itu, Senior Manager CSR PTBA, Danang Sudira Raharja, ketika dihubungi via ponselnya oleh Kabar Sumatera mengatakan,  dirinya mengakui untuk saat ini, menanam melon kurang tepat karena musim yang cenderung berubah-rubah seperti sekarang ini.

Sebenarnya, kata Danang, bukan hanya buah melon yang sedang mereka tanam. Jenis sayur mayur juga mereka tanam yang dikelola oleh para petani seperti sayur kangkung, cabe dan sebagainya. Kedepan, pihaknya akan membantu dana untuk penanaman sayuran bagi binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muaraenim.

“Kita berharap, sayuran yang akan dikelola oleh binaan LP tersebut, dapat menutupi kebutuhan akan sayur mayur di LP. Untuk jenis sayur mayur yang akan ditanam, kita serahkan sepenuhnya kepada para petani atau warga binaan yang akan mengelolanya, sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing,” pungkas Danang.

Teks : SISWANTO 

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *