Peredaran Narkoba Kian Mengkuatirkan

Ilst. Narkoba

Ilst. Narkoba

PALEMBANG, KS-Peredaran narkoba di Sumsel kian marak, fakta itu bisa dilihat dari dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel.  BNN mencatat di 2011, ada ada1.050 kasus narkoba dengan 1.483 tersangka di Sumsel. Dari kasus itu, 811 kasus diantaranya terjadi di Palembang.

Sementara data Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, selama 2012 dari 1.878 kasus yang ditangani kejari, 70 persennya adalah kasus narkoba. “Kasus terbanyak yang ditangani Kejari Palembang selama 2012, adalah kasus narkoba. Barulah kemudian disusul kasus-kasus lain,” jelas Kepala Kejari Palembang, Nanang Sigit Yulianto beberapa waktu lalu.

Pernyataan Nanang itu ternyata dikuatkan oleh data Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Palembang. Ketua PN Palembang,  Ali Maki menyebut kasus yang paling menonjol selama 2012 adalah kasus narkoba. Terdakwa dalam kasus itu menurutnya mayoritas divonis dengan hukuman yang berat mulai dari enam bulan sampai seumur hidup. “Kasus narkoba, termasuk kasus yang vonisnya berat. Tujuannya agar memberikan efek jera, kepada pelaku,” ujarnya.

Tingginya kasus narkoba di Palembang, juga tidak ditapik oleh Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting saat dibincangi beberapa waktu lalu.  Menurutnya pada 2010 lalu Palembang masih sekedar menjadi tempat transit bagi peredaran narkoba namun sekarang tidak lagi bahkan menurutnya, Palembang saat ini sudah menjadi pasar narkoba.

Setidaknya jelas Sabaruddin, saat operasi anti narkoba (antik) yang digelar Polresta Palembang pada 10-30 November 2012,  pihaknya berhasil menyita ekstasi sebanyak 3.421 butir, daun ganja kering seberat 1,4 kg dan sabu-sabu seberat 2,4 ons. Sebagai barang haram yang disita itu, jika di rupiahkan akan mencapai Rp2 miliar.

“Untuk menekan peredaran narkoba, semua anggota Polresta Palembang dan polsek, harus bekerja lebih keras lagi untuk memberantas kasus narkoba. Razia akan kita rutinkan di seluruh wilayah hukum kita,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BNN Pusat, Kombes Pol Endang Mulyani,  memperingatkan bahaya narkoba dikalangan remaja. Sebab kata dia, hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) mencatat, sebanyak 1,5 persen remaja usia produktif di Sumsel diindikasikan sebagai pengguna narkoba.

“BNN butuh dukungan semua pihak, untuk memberantas peredaran narkoba. Pemberantasan narkoba, tidak hanya menjadi tanggungjawab polisi dan BNN saja tetapi juga semua lapisan masyarakat,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *