Menyoal Kuota Haji Kita

jemaah-haji

OLEH SARONO P SASMITO

HINGGA hari ini saudara-saudara muslim dan muslimat kita setanah air masih menjalani rukun dan syarat haji di tanah suci baik di Mekkah maupun di Madinah. Ibadah yang merupakan rukun Islam kelima tersebut memang menjadi hal yang diidam-idamkan oleh setiap muslim dan muslimat. Meski pada kenyataan tidak seluruh kita memiliki kesempatan dan kemampuan berhaji itu. Sebab ibadah itu membutuhkan kesiapan fisik keuangan dan kemampuan lain yang tidak ringan. Belum lagi kuota untuk pergi haji yang terbatas sehingga calon jemaah kita mesti menunggu bertahun-tahun meski telah menyetorkan ongkos naik haji (ONH).

Menghadapi kondisi seperti itu amat wajar kalau Indonesia meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk menaikkan jumlah kuota haji dari sebelumnya sebanyak 211 ribu menjadi 240 ribu. Permintaan itu disampaikan Amirul Hajj Indonesia sekaligus Menteri Agama Suryadharma Ali saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu di Jeddah, Selasa (8/10) lalu.

Menurut Suryadarma, penambahan kuota itu sangat penting guna memperpendek masa daftar tunggu (wating list) calon jamaah haji yang semakin panjang. Ia mengungkap, sidang OKI yang khusus membahas kalkulasi kuota haji di masing-masing negara Muslim itu terjadi sudah lama, sehingga kuota haji tahun ini masih menggunakan perhitungan yang lama.  Perhitungannya rasio kuota haji saat itu dengan rumus atau ketentuan satu orang per seribu Muslim. Namun, apapun yang diputuskan OKI akan sangat tergantung kemampuan Pemerintah Arab Saudi menerima jamaah haji. Menag berharap dengan proyek perluasan Masjidil Haram dan penambahan fasilitas di lokasi pelemparan di jamarat, maka tiga tahun ke depan jumlah jamaah yang berhaji bisa bertambah.

Pemerintah Indonesia terus berjuang menambah kuota haji sebab di sejumlah provinsi masa tunggu sudah ada yang lebih 15 tahun. Masa tunggu yang lama membuat usia jamaah haji Indonesia semakin tua, padahal selama ini faktor usia menjadi penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan pada jamaah. Kita mengharapkan semoga penambahan kuota haji itu dapat dipenuhi sehingga calon jemaah haji kita tak perlu berlama-lama menunggunya. Terlebih dari itu bagi mereka yang berkesempatan lebih dulu menunaikan ibadah itu agar dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dengan demikian semua syarat dan rukun haji tersebut dapat ditunaikan dengan sempurna. Jika hal itu dapat ditunaikan moga seluruh jamaah haji kita menjadi haji yang mabrur dan tidak ada balasan kemabruran kecuali surge yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Sedangkan kita di tanah air yang berniat, berencana untuk menunaikan ibadah suci itu moga semuanya tercapai. Aamiin. (Sarono P Sasmito)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *