Jelang Idul Adha, PALI “DiSerbu” Hewan Kurban

Pedagang Kambing di depan Terminal Talang Ubi (Bukan HL) teks diletakkan disebelahnya.

Pedagang Kambing di depan Terminal Talang Ubi (Bukan HL) teks diletakkan disebelahnya.

PALI | KS-Mendekati perayaan Idul Adha 1434 H, pedagang hewan kurban mulai bermunculan di Kabupaten PALI. Namun harga yang ditawarkan pedagang masih bervariasi.

Seperti yang dituturkan Bob (20) salah satu pedagang hewan kurban di depan Terminal Talang Ubi. Bob yang saban tahun berjualan kambing dan sapi kurban mengungkapkan, kambing yang dijualnya bervariasi. “Yang terkecil Rp 2,3 juta kalau yang besar bisa sampai Rp 3juta kak,” ujarnya.

Meskipun harga yang ditawarkan tergolong mahal, namun menurut Bob tidak mengurangi minat pembeli. Dalam waktu tiga hari ia membuka lapak tersebut, Bob sudah mendapatkan 10 pemesan. Kambing pesanan tersebut saat ini masih dipajangnya dan diberi ciri. “Kalau ada tali hitam, berarti sudah dibayar orang, kak. Kalau kakak mau, cari yang belum ada tali hitamnya,” jelas dia.

Setiap tahun, Bob bisa menjual sampai 30 ekor. “Saya cuma menjualnya, kak. Ini kambing punya saudara saya. “Tambah Bob yang mengaku kambing-kambingnya disuplai dari daerah Musi Banyuasin itu.

Sementara itu, di daerah Teluk Lubuk Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim yang berbatasan dengan Kabupaten  PALI, harga kambing kurban masih bisa didapatkan dengan harga lebih murah. Hasil pantauan KabarSumatera (KS), di Teluk Lubuk harga kambing bisa lebih rendah. “Paling murah Rp1,8 juta kalau mau yang besar seperti anak sapi ini cuma Rp 2,5 juta, lur,” papar Batot salah satu pedagang.

Batot mengaku, setiap tahun ia menjajakan kambing yang ia beli dari daerah Danau Ranau itu. “Bukan cuma lebaran haji saja, yang mau akikah pun meski tidak musim haji bisa kita sediakan,” terang Batot.

Menanggapi maraknya perdagangan hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah itu, Dinas Pertanian dan Kehutanan secara aktif sudah melakukan pemantauan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Romli Holfiah melalui Kabid Peternakan dan Perikanan Ida Maryati SP mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan ke masjid-masjid penyelenggara kurban. Disamping itu para pedagang pun tidak lepas dari pantauan mereka.

“Hewan yang dijual itu sudah kita periksa dan hasilnya bagus. Tapi untuk pemeriksaan lengkapnya akan kita lakukan saat hari H,” jelas Ida yang juga putri tokoh pendiri PALI, alm H Ibrahim Mahbor itu.**

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *