Cabai Merah ‘Fantastik’

Ilst. Pedagang

Ilst. Pedagang

PAGARALAM KS-Jelang Idul Adha 1434 H, permintaan akan cabai merah naik berlipat-lipat. Persedian di pasar pun lebih sedikit dibanding sebelumnya. Akibatnya, harga beberapa jenis sayur mayur diperkirakan mencapai 20-40 persen dari harga jual biasnya. Harga cabai merah bahkan cukup fantastik.

Pantauan Harian Umum Kabar Sumatera, Kamis (10/10)  di pasar tradisional Pagaralam diketahui sejumlah bahan pokok  mulai mengalami kenaikan. Untuk harga cabai merah keriting semula harganya sebanyak Rp 38.000 menjadi Rp 55.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit sebelumnya  Rp 25.000 menjadi seharga Rp 40.000 per kilo.

Kemudian, harga jenis sawi semula Rp 3.000 menjadi Rp 6.000, kubis  semula Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah lokal dari Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram dan bawang putih Rp 10.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram.

“Jenis sayur mayur engalami kenaikan harga, terutama jenis cabai merah. Saat ini pembeli mulai ramai dan suasana pasar mulai berangsur normal,” kata Siti, pedagang di Eks Pasar Seghepat Seghendi, Kota Pagaralam.

Ia berkata, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang  Idul Adha, biasanya dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan masyarakat yang ingin merayakan lebaran.

“Lebaran kali ini banyak masyarakat mulai berbelanja dalam jumlah banyak. Sementara para petani banyak mengalami gagal panen, sehingga persedian yang ada terpaksa dipasok dari daerah tetangga seperti Manna Bengkulu,  Besemah Air Keruh dan Belitang,” katanya.

Nyonya Masnun (45), ibu rumah tangga ini mengakui hal itu. Ia mengatakan, kondisi ini kerap terjadi sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana menjelang perayaan  Idul Adha harga sembako tetap tinggi bahkan meningkat drastis.

“Kenaikan harga mulai terasa, apalagi jenis cabai dan bawang merah. Namun bukan hanya sayur mayor saja yang mengalami kenaikan, termasuk pula sembako ikut-ikutan naik lagi, seperti beras, minyak sayur dan telor berikut  ikan maupun daging ayam juga mengalami kenaikan,” kata Masnun.

Lanjut dia, kenaikan harga memang agak membingungkan, karena dalam satu pekan terakhir perubahan atau kenaikan harga terus terjadi. Terutama jenis kebutuhan bahan pokok dan sayur mayur, yang memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami minta pemerintah segera melakukan pengawasan, jangan sampai kenaikan ini  hanya dilakukan oleh segelintir pedagang saja,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindagkop UKM PP,  Ahmadi Damrah  SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, kenaikan harga menjelang perayaan lebaran haji sudah  sesuai mekanisme pasar. Sementara persedian bahan pokok yang ada belum begitu normal. Namun, sejauh ini pihaknya terus memantau kondisi harga di pasaran.

“Kita terus memonitor harga dipasaran dan dihimbau pula kepada para pedagang agar  tidak seenaknya menaikkan harga secara sepihak,” ujarnya.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *