10 Ribu Ekstasi Disimpan Dalam Kardus

ekstasi

ekstasi

PALEMBANG, KS-Narkoba di Sumatera Selatan (Sumsel), kini kian mengancam. Hal ini, ditunjukkan dengan fakta tingginya kasus narkoba di Bumi Sriwijaya ini. Kemarin (10/10) sekitar pukul 15.30 WIB, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnakoba), Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, berhasil membongkar peredaran narkoba di Palembang.

Tak tanggung-tanggung, ada setengah kilogram narkoba jenis sabu-shabu dan 10 ribu butir pil ekstasi  yang berhasil diamankan dari rumah kontrakan yang didiami pasangan suami-istri, Johan (50) dan Rita (38) di Jalan Sultan Syahril, Lorong H Cek Mat, Rt 09 Rw 02, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang.

Jika dinilai dengan rupiah, barang haram tersebut bernilai Rp3,5  miliar. Rinciannya, setengah kilogram shabu-shabu bernilai Rp600 juta. Sementara  10 ribu butir pil ekstasi tersebut bernilai Rp2,4 miliar.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, terbongkarnya kasus narkoba ini berawal dari informasi dari masyarakat yang masuk ke Polda Sumsel. Informasi ini, ditindaklanjuti dengan melakuan penyidikan. Setidaknya butuh waktu sekitar dua minggu, bagi petugas untuk memastikan kalau barang haram tersebut benar-benar ada di rumah kedua tersangka.

Akhirnya kemarin, anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel pun bergerak. Mereka menggerebek rumah kontrakan yang didiami pasangan suami-istri tersebut. Setelah di geledah, petugas menemukan barang bukti (BB).

“10 butir pil, terdiri atas tiga jenis. Yakni, 21 bungkus berisi ekstasi warna kuning. Kemudian 18 bungkus berisi ekstasi warna biru muda, sisanya 3 bungkus berisi ekstasi warna lainnya,” jelas Kepala Polda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution yang dibincangi saat meninjau lokasi penggerebekan tersebut.

Kedua barang terlarang ini, disimpan kedua tersangka di dalam kardus bekas air mineral yang kemudian disimpan kembali dalam koper di dalam kamar tersangka. “Saat ini, kedua tersangka dan BB diamankan ke Polda Sumsel untuk di proses di sidik guna pengembangan lebih lanjut,” terang Saud.

Tersangka Mengaku tak Tahu

Sementara itu, kedua tersangka yang dibincangi Kabar Sumatera, membantah shabu-shabu dan ekstasi yang di temukan di rumah kontrakannya mereka itu adalah miliknya. Jhon, bapak tiga anak ini mengatakan, tidak tahu apa-apa.“Saya tidak tahu, itu bukan punya saya,” kata bapak tiga orang anak ini.

Sementara itu, istri Jhon, Rita sempat emosi dengan wartawan saat ditanya mengenai keberadaan barang haram tersebut. “Kami tidak tahu, kenapa ada shabu dan ekstasi di rumah kontrakan kami,” akunya.

Rita menyebut, rumahnya memang selalu terbuka dan ia bersama suaminya juga jarang di rumah. “Saya bekerja di hotel, baru pulang ke rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan suami saya, kerja di show room mobil. Rumah kami, selalu terbuka dan sering ada orang datang. Itu bukan milik kami,” tukasnya.

Sayangnya walau pun kedua nya membantah, kalau ekstasi dan shabu-shabu tersebut bukan milik mereka namun tetap saja mereka harus di gelandang ke Mapolda Sumsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatan melanggar hukum tersebut.

Teks     : Oscar Ryzal

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *