Vonis Kompol Sonny Tertunda

ILst. Hukum

ILst. Hukumm

 

KAYUAGUNG,KS.-Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Selasa (8/10) dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Kompol Sony Triyanto SH SIK MH dalam kasus dugaan Money Politik dalam Pemilukada Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) 6 Juni 2013 lalu, urung dibacakan.

Pasalnya, majelis hakim yang diketuai Sobandi SH dengan hakim anggota Frans Effendi Manurung dan Iman Budi Putra Noor SH  belum selesai merumuskan putusan terhadap terdakwa sehingga sidang kembali ditunda hingga dua minggu kedepan, Selasa (22/10) mendatang. Hakim belum selesai merumuskan putusan, sidang ditunda Selasa (22/10), ujarnya.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, sidang baru mulai sekitar pukul 15.30 wib, bahkan jadwal sidang ini merupakan sidang yang terakhir dilakukan oleh pihak PN Kayuagung, meskipun sudah sore namun pengunjung sidang masih ramai untuk menyaksikan proses persidangan.

Hakim ketua sesaat membuka sidang kemudian menutupnya kembali dan menunda sidang lantaran putusan belum siap. Sementara terdakwa Kompol Sony didampingi oleh Penasehat Hukumnya Advocat Chairilsyah SH dan jaksa Penuntut Umum (JPU) Naimullah SH MH dan rekan.

Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa  Kompol Sony dituntut oleh tim  jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri  (kejari) Kayuagung  dengan pidana enam bulan penjara denda Rp5 juta subside tiga bulan dengan masa percobaan 8 bulan, karena terbukti melanggar pasal  117 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor  32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dalam UU No 12 tahun 2008, dalam persidangan yang digelar di PN Kayuagung.

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti melakukan money politik dalam Pemilukada OKI untuk memenangkan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati OKI dengan mengumpulkan  11  kades di wilayah Mesuji Makmur, Selasa  (4/6) malam,  kemudian meminta doa restu kepada para kades untuk kemenangan salah satu pasangan calon Bupati OKI, selanjutnya para kades ini menerima uang transport sebanyak Rp40 Juta.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta dalam persidangan, jaksa berkeyakinan terdakwa terbukti melanggar pasal 117 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor  32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah oleh karena itu dituntut dengan hukuman 6 bulan penjara denda Rp 5 juta rupiah subsider 3 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan, ujar Naimullah.

Sementara itu Penasehat Hukum terdakwa, Advokat Chairilsyah SH meminta kliennya dibebaskan dari segala hukuman dan dipulihkan nama baiknya, sebab tuntutan yang dilakukan oleh tim jaksa tidak nyambung dan tidak ada satupun fakta-fakta persidangan yang dapat membuktikan bahwa kliennya telah melakukan money politik sebagaimana diatur dalam pasal 117 ayat 2 UU No 32 tahun 2004.

Saya tidak menyatakan tuntutan jaksa berat atau ringan tetapi tidak nyambung, sebab dari fakta-fakta persidangan tidak ada satupun saksi yang dapat membuktikan bahwa klien saya telah melakukan money politik, oleh sebab klien kami harus dibebaskan dari segala tuntutan.ujarnya. Jika terbukti maka Kompol Sonny maka hakim akan menjatuhkan vonis tanggal 22 Oktober mendatang.

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *