Sumsel Diperingkat 13 Terkorup

Ilst.

Ilst.

JAKARTA, KS-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, sejak 2004 sampai saat ini ada 2700 laporan korupsi yang masuk dari Sumsel ke lembaga anti rasuah itu. Dari 2.700 laporan itu, 50 persennya tidak bisa ditindaklanjuti karena minimnya barang bukti.

Data yang disampaikan Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, Roni Dwi Susanto itu, selaras dengan data yang diungkap Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), beberapa waktu lalu.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi membeberkan angka dugaan korupsi yang terjadi di semua provinsi di Indonesia. Dari data itu, DKI Jakarta menjadi provinsi terkorup sementara Sumsel berada di posisi ke 13.

“Berdasarkan ikhtisar hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangaan (BPK) pada Semester II Tahun 2011, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 4.174.640.290.000 (Rp 4,1 miliar dengan 9.703 kasus),” jelas Uchok dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/7) lalu seperti dikutip okezone.com.

Dalam data yang diungkapkan Fitra itu, provinsi terkorup di dasarkan kerugian negara dan jumlah kasus korupsi yang terjadi. Rinciannya, DKI Jakarta sebanyak  715 kasus dengan kerugian negara Rp 721, 5 miliar.

Kemudian Nagroe Aceh Darusallam (NAD) 620 kasus dengan kerugian Rp669,8 miliar,  Sumatera Utara Rp 515,5 miliar dengan 334 kasus, Papua Rp 476,9 miliar dengan 281 kasus, Kalimantan Barat Rp 289,8 miliar dengan 334 kasus.

Kemudian Papua Barat Rp 169 miliar dengan 514 kasus, Sulawesi Selatan Rp 157,7 miliar dengan  589 kasus, Sulawesi Tenggara Rp 139,9 miliar dengan 513 kasus, Riau Rp 125,2 miliar dengan 348 kasus, Bengkulu Rp 123,9 miliar dengan 257 kasus. Lalu, Maluku Utara Rp 114,2 miliar dengan 732 kasus, Kalimantan Timur Rp 80,1 miliar dengan 244 kasus, dan Sumsel Rp 56,4 miliar dengan 239 kasus.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *