Status Wagub Sumsel Belum Jelas

Eddy Yusuf

Eddy Yusuf

 

PALEMBANG, KS-DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), sudah menyurati sebanyak dua kali kepada Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Eddy Yusuf untuk meminta penjelasan statusnya yang bersangkutan yang kini mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Parta Hanura.

Hal itu kata Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo dilakukan, karena sesuai yang mencalonkan diri sebagai caleg, harus mundur dari jabatannya. “Sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum  (KPU), pejabat publik yang mencalonkan diri sebagai caleg saat masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) harus sudah ada surat pengunduran diri,” kata Wasista yang dibincangi, Rabu (10/10).

Namun sampai saat ini, Eddy Yusuf  justru belum menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai wagub walaupun namanya sudah tercantum dalam DPT. “Ini yang kita pertanyakan dan minta penjelasan kepada pak Eddy, dalam surat yang kita layangkan kepadanya. Surat itu juga sudah kita tembuskan ke KPU dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” ungkap Wasista seraya menerangkan  kedua surat yang dilayangkan oleh DPRD Sumsel tersebut, sampai saat ini belum ada jawaban dari Eddy Yusuf.

Sebelumnya seperti diberitakan Kabar Sumatera, status wagub dipertanyakan oleh Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ketua Fraksi Partai Gerindra, Novran Marjani mempertanyakan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Rabu (2/10).

“Saya sudah cek langsung ke KPU, kalau saudara Eddy Yusuf terdaftar sebagai calon DPR RI dari Partai Hanura untuk daerah pemilihan (dapil) Sumsel 1 dengan nomor urut 2. Karenanya kami meminta penjelasan dan mempertanyakan ini,” kata Novran.

Sebab kata Novran,  harusnya Eddy Yusuf mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wagub Sumsel karena terdaftar sebagai caleg DPR RI. Ini sebut Novran, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD provinsi,  DPRD kabupaten dan kota, pada pasal 51 (11).

“Dalam UU itu, di katakan kepala daerah, wakil kepala daerah , anggota TNI, anggota Polri, PNS, direksi, direktur, pengawas BUMN, BUMD dan lainnya yang menggunakan sumber dana negara, harus mengundurkan diri dari jabatannya jika mencalonkan diri sebagai caleg,” bebernya.

Novran mengatakan, jika merujuk berdasarkan aturan itu artinya Eddy Yusuf saat ini seharusnya sudah mundur sebagai wagub karena ia mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2014 mendatang.

“Namun kalau sudah mundur, harusnya ada surat pernyataan mundur dari jabatan tersebut ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang ditembuskan ke gubernur dan sekda. Yang kami pertanyakan, apakah surat pengunduran diri dari jabatan wagub tersebut, sudah ada atau belum. Jika belum artinya, saudara Eddy Yusuf menyalahi aturan dan harus di coret dalam DPT,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah menyebut, Eddy Yusuf harus munudur dari jabatannya sebagai wagub. “Kita minta wagub bisa tahu diri, kalau jabatannya sebagai wagub telah berakhir, seiring ditetapkan namanya dalam DPT,” ujarnya.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang dibincangi usai rapat paripurna DPRD Sumsel mengatakan secepatnya akan memproses surat pengunduran diri Eddy Yusuf sebagai Wagub Sumsel. “Sedang di proses pengajuan surat permohonan pengunduran diri, dari Wagub karena mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Ketentuannya seperti itu,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *