Sapu ‘Bersih’ Ala SFC

Skuad SFC Senior

Skuad SFC Senior

PALEMBANG KS-Manajemen Sriwijaya FC (SFC) berkomitmen merombak total skuad yang kemungkinan besar hanya menyisakan tiga atau empat pemain saja. Inilah gaya sapu ‘bersih’ ala Laskar Wong Kito.

Kendati tak blak-blakan, namun manajemen agaknya telah memberikan sinyal sapu bersih di belakang adanya “cuci gudang” pemain. Bahkan, Robert Heri Manajer SFC sepakat langkah berani ini direalisasikan demi melihat nyata timnya diakhir-akhir musim lalu.

Begitu skuad SFC melawan Persepam Madura United pada Senin (15/7), Robert menengok ada sedikit keganjilan dari penampilan pemain SFC. Kala itu pemain sepertinya tak lagi serius melawan tim promosi di kandang sendiri. Walhasil, kekalahan menyakitkan 0-4 mesti diterima dengan kasatmata. Inilah sebuah aib yang mencoreng Stadion Gelora Jakabaring (GSJ), Palembang, yang selama ini dikenal  terbilang angker untuk sang lawan tanding.

“Waktu bertandang ke markas Persepam, SFC dengan garangnya mampu menekuk tuan rumah Persepam 2-0. Ya, ini jelas sedikit ada keanehan,” Robert membeberkan.

Berangkat dari fakt ini, manajemen pun mencium ada aroma “pembelian” pemain di lapangan. Kekalahan itu juga dinilai diseting para pemain sendiri. Soalnya, kekalahan besar pertama SFC di musim ini beriringan dengan momen pemilukada gubernur Sumatera Selatan—kebetulan Pembina SFC, Alex Noerdin sebagai incumbent mencalonkan diri kembali menjadi gubernur di provinsi ini.

Tengiknya bau beli-pemain dimaksudkan menjatuhkan citra pembina SFC sepertinya menjadi tanda yang didapatkan manajemen SFC.

“Kalian wartawan bisa analisa sendiri, ada apa ini sebenarnya. Penurunan grafik permainan sangat terlihat nyata, padahal di laga-laga kandang sebelumnya grafik kita bagus,” kata Robert dengan nada meninggi, Rabu (9/10).

Persis saat hari H pemilukada ulang Gubernur Sumsel yang digelar pada Rabu (4/9) saat itu SFC jadi tuan rumah terakhir di musim ini. Melawan Persisam Putra Samarinda Kamis (29/8), atau sepekan jelang pemilukada Gubernur Sumsel dihelat, SFC  pun harus menelan pil pahit yaitu dengan skor kalah 1-3 oleh lawannya.

Lewat kenyataan yang diceritakan seorang narasumber yang enggan dituliskan namanya juga mencium bau ‘pembelian pemain oleh salah satu calon Gubernur Sumsel yang berhadapan dengan pembina SFC yang juga mencalonkan diri.

Karena itu, pemain bahkan diminta supaya bermain tidak maksimal di lapangan dan mayoritas semua pemain terindikasi terlibat dalam kejadian ini. Akibatnya, Presiden SFC, Dodi Reza Alex pun sempat memberikan komentar jika dirinya mendapatkan informasi yang tidak mengenakkan ini.

“Apalagi kalau ada nuansa politiknya di kekalahan besar SFC, kita tidak beri ampun dan tentu kita akan berikan jarak dengan mereka,” ancam Dodi Reza Alex beberapa waktu lalu.

Sesuai rencana, pada pekan ini rapat besar mengenai evaluasi akan digelar manajemen tim. Dodi Reza Alex pun tak sabar lagi untuk melakukan rapat besar terkait penentuan siapa yang akan resmi didepak dari skuad SFC, dan siapa yang akan dipertahankan di SFC, sekaligus membahas para pemain yang akan direkrut musim depan.

“Siapa saja pemain yang akan bertahan dan dilepas akan kita putuskan di rapat besar,” cetus Dodi.

Waktu rapat besar nanti yang akan digelar jajaran manajemen SFC, mengingat SFC sudah tidak lagi ada agenda bertanding musim ini. Dodi mengaku, rapat besar segera dilakukan.

“Rapat besarnya kita gelar dalam minggu ini,” ujarnya singkat.

TEKS:RINALDI SYAHRIL

EDITOR:IMRON SUPRIADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *