RSUD Banyuasin Butuh Pendingin Mayat

rsud-banyuasin

rsud-banyuasin

BANYUASIN|KS-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Banyuasin yang memiliki akreditasi Tipe C, ternyata hingga saat ini belum memiliki pendingin mayat. Akibatnya, jika ada pasien yang meninggal dunia tidak bisa di simpan terlalu lama.

Direktur RSUD Banyuasin, dr Eka Mutika,  mengakui dengan belum adanya pendingin mayat itu membuat pelayanan RSUD belum maksimal. Padahal, dengan RS Tipe C, pendingin mayat ini seharusnya sudah ada. Maka dari itu, jika ada pasien yang meninggal dunia, pihaknya tidak bisa menampung terlalu lama, mengingat akan terjadi pembusukan.

“Memang belum ada ruang pendingin mayat, karena untuk membelinya, cukup mahal. Ya, paling tidak yang kita butuhkan sekitar dua unit saja untuk tahap awal ini. Kalau ini sudah ada, tentunya harus juga kita persiapkan ruang jenazah, termasuk meja batu untuk memandikan jenazah. Dan sampai sekarang  belum ada,” ungkapnya, Rabu (9/10), kemarin.

Untuk usulan ruang pendingin mayat ini, pihaknya telah menyampaikan kepada Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuasin. Pihaknya berharap usulan ini bisa direalisasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DPRD) Banyuasin tahun 2014 mendatang.

“Yang pastinya, kalau usulan itu sudah disetujui, kita juga akan menyiapkan tenaganya, yang bertugas untuk memandikan jenazah. Sama seperti petugas-petugas di kamar jenazah di rumah sakit-rumah sakit lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Banyuasin, Lili Antaladewa membenarkan jika pihak RSUD Banyuasin telah menyampaikan usulan untuk ruang pendingin mayat tersebut.

“Usulannya disampaikan pada saat rapat pembahasan RAPBD-Perubahan beberapa waktu yang lalu. Bahkan, sudah kita sampaikan juga dihadapan Bupati Banyuasin saat melaporkan hasil pembahasan komisi-komisi. Dan memang, kami nilai ruang pendingin ini sangat dibutuhkan, karena untuk menampung atau menyimpan pasien yang sudah meninggal. Karena kan selama ini jika ada pasien yang meninggal diletakkan di ruang biasa, dan itu tidak bisa lama,” tukasnya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *