Pajak Walet Baru 50,13 Persen

Ilst Gedung-Walet

Ilst Gedung-Walet

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang mencatat, penerimaan pajak dari penangkaran burung walet masih belum memenuhi harapan.

Dari realisasi penerimaan pajak periode Oktober,  penangkaran burung walet hanya mencatatkan pajak sebesar 50,13 persen. Menurut Kepala Dispenda Kota Palembang, Agus Kelana, rendahnya penerimaan pajak dari sektor itu, diduga karena banyak yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan kondisi itu, membuat para penangkar walet tidak bisa menyetorkan pajaknya. Adapun target dari sarang walet ini sebesar Rp50 miliar. “Kami akan memanggil paguyuban penangkar walet ini nanti. Karena cukup banyak penangkar walet yang ada di Palembang, misalnya saja di Sekip, Veteran, dan lainnya,” kata Agus, Rabu (9/10).

Sambung Agus, selain pajak sarang walet, dari 11 penerimaan pajak ada tiga lainnya yang pencapaiannya dibawah 80 persen. “Berdasarkan penghitungan kami, masing-masing penerimaan pajak terendah itu yakni pajak mineral bukan logam dan batuan, baru mencapai 47 persen, pajak reklame 67.82 persen, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) sebesar 69,89 persen,”bebernya.

Agus menjelaskan, kedepannya untuk pajak reklame, pihaknya akan lebih menertibkan. Karena cukup banyak reklame yang melanggar. “Namun, umumnya pelanggaran yang terjadi sifatnya insidentil. Misalnya saja untuk even yang digelar hanya dalam hitungan satu hingga dua hari, terkadang banyak yang langsung memasang tanpa menunggu izin tata kota,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Palembang, Diankis Julianto mengaku, bahwa tidak ada izin khusus untuk IMB walet. Sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan IMB untuk sarang walet. Hal ini memang ada aturan khusus untuk izin penangkar walet tersebut.

“Kalau sekarang memang tidak ada yang mengajukan untuk izin itu. Kami hanya mengeluarkan izin, namun yang merekomendasikan itu dari Dinas Tata Kota,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *