MenSos Bedah 93 Rumah di Plaju

Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri  Saat Bedah Kampung

Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri Saat Bedah Kampung

PALEMBANG | KS-Sebanyak 93 rumah  di Kelurahan Plaju Darat, Plaju Palembang akan dibedah oleh Kementerian Sosial setiap rumah akan mendapatkan bantuan Rp 10 juta untuk pembelian material, selebihnya Kemensos akan mendorong peran serta masyarakat dan perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Insya Allah saya akan meletakan batu pertama kepada salah satu rumah yang akan dibedah, ” kata Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri  Kamis (9/10).

Menurutnya, ada sekitar 100 hingga 350 rumah yang sudah dibedah diseluruh wilayah Indonesia melalui dana APBN, APBD dan partisipasi kalangan dunia usaha.  Adapun pelaksanaannya melalui kepanitiaan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan kalangan dunia usaha.

Tahun ini, Kemensos telah membedah kampung di 32 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sebagian besar rumah warga sudah dibedah di Provinsi Jawa Barat (Lembang, Bekasi, Serang, Pandeglang, Bogor, Sukabumi, Purwakarta); Jawa Tengah (Semarang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Banyumas, Sragen, Batang-Pekalongan, ); Jawa Timur (Banyuwangi, Pacitan, Tulung Agung); Sumatera Barat (Payakumbuh, Padang); Maluku (Tulehu-Ambon); Maluku Utara (Pulau Morotai); Gorontalo (Bone Bolango); Sulawesi Utara ( Sangihe, Tomohon, Marampit, Bolaang Mongondow Timur); Sulawesi Tenggara (Kendari); Sulawesi Tengah (Palu); Kalimantan Selatan (Banjarmasin), Bengkulu (Kepahiang), NTT (Labuan Bajo),

Pembangun 100 rumah dibutuhkan 5 hari dengan keterlibatan warga setempat. Satu rumah dikerjakan oleh 50 sampai 100 orang, dengan memperhatikan unsur-unsur teknologi dan arsitekturnya, seperti tukang batu, tukang tembok, mandor, dan tukang kayu.

“Program bedah kampung bisa menjadi perekat bangsa karena semua bersaudara, dan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di berbagai sekolah kejuruan diharapkan segera mempraktikkan ilmu mereka, ” ujarnya.

Saat ini, terdapat 2,3 juta warga miskin yang belum memiliki rumah layak, padahal rumah merupakan salah satu dari 14 parameter kemiskinan. Setiap tahun, Kemensos memiliki anggaran untuk 15.000 rumah di 33 provinsi. Butuh waktu lama menyelesaikan 2,3 juta rumah tidak layak huni. Melalui bedah kampung bila dirata-ratakan per Kabupaten/Kota setiap tahun dibedah 250 rumah, maka pada tahun 2013 ini di 32Kabupaten/Kota telah dibedah 8000 rumah tidak layak huni.

Pada 2015, MDGs ditargetkan bisa mempercepat pengetasan kemiskinan di seluruh Indonesia. Bedah kampung bias memperpendek penyelesaian sebagian dari parameter kemiskinan, sekaligus memotong mata rantai kemiskinan. Dengan memiliki rumah layak huni, keluarga pemilik rumah bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya dan pemenuhan ekonomi keluarganya.

“Rumah merupakan dasar bagi terpenuhinya rasa nyaman, aman dan sehat sebuah keluarga dan anak-anak memiliki tempat belajar yang baik serta ibu dapat mengawasi anak-anaknya dengan tenang, ” ujarnya.

UUD 1945 Pasal 34 dan UU No 11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan. Penanganan kemiskinan harus didukung pemerintah daerah, elemen masyarakat dan semangat gotong royong sebagai salah satu ajaran kebudayaan dan kearifan bangsa. Tentu saja, penetapan rumah layak huni dilakukan selektif, mulai dari jelasnya status kepemilikan tanah dan bukan tanah sewaan.Hal itu penting agar tidak bermasalah di kemudian hari.

Besarnya minat daerah akan program bedah kampung disiasati Kemensos dengan menggandeng Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Kemenpera sebagai kementerian memiliki tugas pokok dan fungsi membangun rumah sederhana bagi warga berpendapatan rendah. Setiap tahun, Kemenpera memilikianggaran membangun 200.000 rumah. Untuk menghindari tumpang tindih, kedua belah pihak

melakukan cross check data agar divalidasi dan menjadi data bersama. Jika diakumulasikan per tahun anggaran, akan terbangun lebih dari 215.000 rumahlayak huni. Artinya, penyediaan rumah bagi 2,3 juta warga miskinbisa dipercepat.

Selain bedah rumah, Kemensos memperkuat ketahanan sosial warga melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan perbaikan sarana lingkungan. Untuk KUBE masing-masing kelompok usahamendapatkan bantuan Rp 20 juta dan bagi sarana lingkungandibantu Rp 50 juta per unit.

Ke depan, Mensos berharap segera terwujud daerah-daerah sejahtera dimana daerah tersebut

menunjukkan keserasian sosial antar warga, saling tolong menolong. Sehingga, unit-unit pelayanan berwawasan ramah anak, ramah lanjut usia, ramah penyandang disabilitas dan lainnya. Tidak ada artinya PAD tinggi kalau kesejahteraan sosial tidak terwujud dan yang ada keresahandan konflik sosial.

“Konflik sosial terjadi karena perubahan struktur masyarakatbegitu dinamis, tidak dibarengi perubahan manajemen pelayanan,termasuk pelayanan kesejahteraaan sosial, ” tandasnya.

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA




One thought on “MenSos Bedah 93 Rumah di Plaju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *