Mengharap Berkah dari Pertemuan APEC

apec-2013

OLEH SARONO P SASMITO

Pertemuan para pemimpin ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali, yang berakhir Selasa (8/10) lalu  menghasilkan tujuh poin kesepakatan. Kesepakatan itu selaras dengan tema “Ketahanan Asia Pasifik sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global”.

Ketujuh poin yang dirangkum oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu semua anggota APEC sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna mencapai Deklarasi Bogor (Bogor Goals 2010).

“Kemudian, kami juga sepakat untuk meningkatkan perdagangan antarekonomi APEC dan lintas wilayah, termasuk fasilitasi perdagangan, peningkatan kapasitas dan pemberlakuan sistem perdagangan multilateral,” kata Presiden SBY di Bali, Selasa (8/10).

Poin kesepakatan ketiga, kata Presiden, yaitu mempercepat keterhubungan fisik, institusi, serta antarmasyarakat di Asia-Pasifik.

Poin keempat, komitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, kuat, seimbang dan berkelanjutan. Dalam proses itu para pemimpin ekonomi APEC sepakat untuk memfasilitasi keterlibatan usaha kecil dan menengah (UKM), kaum muda, dan kelompok wirausaha wanita. Sedangkan poin kelima, menjaga sumber daya alam yang terbatas. Para pemimpin APEC juga ingin bekerja sama dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan pasokan air. Menurut Presiden, upaya itu bertujuan untuk menjawab tantangan pertumbuhan populasi dan perubahan iklim.

Keenam, APEC juga bersepakat untuk menjamin sinergitas dan tindakan saling melengkapi dengan proses multilateral dan regional lainnya, seperti halnya KTT Asia Timur dan Kelompok G-20.

Terakhir, Presiden menjelaskan bahwa kerja sama sektor bisnis melalui Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) merupakan hal yang penting dalam upaya mencapai sebuah iklim investasi dan perdagangan bebas.

Kita mengharapkan para pemimpin APEC benar-benar memenuhi  komitmennya untuk melawan proteksionisme yang dianggap dapat memperlambat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia. Sebab mereka juga sepakat untuk memperpanjang komitmen hingga 2016 dan menegaskan kembali upaya untuk mengentaskan proteksionisme serta pembatasan perdagangan. Bukan hanya itu kita juga mengharapkan keberadaan UKM benar-benar diperhatikan sebab mereka dapat  menopang ketahanan ekonomi setiap negara dari krisis. Diharapkan negara-negara APEC juga dapat membuat kebijakan yang mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kemunculan bisnis-bisnis baru serta kebijakan yang mendorong inovasi berbagai bisnis. Dengan demikian maka dunia bisnis akan makin dinamis dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. (Sarono P Sasmito)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *