Koperasi Sumsel Menuju Puncak

koperasiPALEMBANG, KS-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berada diposisi puncak untuk pencapaian angka koperasi produktif atau aktif. Ini berdasarkan nilai selama 2012 ada sebanyak 70 persen koperasi aktif, sedang 2013 koperasi tak aktif bersisa 10 persen.

Abdul Shobur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel menyebutkan, dari total 5000 koperasi yang berdiri ada sebanyak 40 persen koperasi yang aktif khususnya di wilayah Palembang. Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM Sumsel mencatat terjadi kenaikan total koperasi. Bila dihitung, Sumsel tertinggi untuk koperasi aktif. Di mana secara nasional hanya 24 persen. Ini sekaligus indikasi bahwa koperasi di provinsi ini bertumbuh pesat.

“Ke depannya harus terus dilakukan pembinaan supaya pengurus dan anggota  koperasi bekerja aktif kembali. Sisanya tahun ini hanya 10 persen kita harapkan lebih aktif lagi,” ungkap abdul subur

Abdul berkata, pembinaan koperasi adalah langkah untuk merealisasikan target  dari provinsi mengembangkan usaha berbagai sektor terutama koperasi. Sehingga pada 2014 mendatang, tidak ada lagi koperasi yang tinggal nama.

“Koperasi ini jelas menjadi wadah yang efektif guna meningkatkan perekonomian anggotanya. Dan, kita optimistis koperasi ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi penduduk,” ungkapnya.

Dijelaskannya, hingga kini sebagian besar koperasi yang aktif bergerak di bidang usaha simpan pinjam. Sejauh ini, pertumbuhan usaha koperasi pun sangat bagus dan berpotensi untuk terus berkembang.

Abdul Shobur yang juga Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen (STIEM) dan Ketua STIEM ini menyampaikan khusus di sektor UKM bahkan terjadi peningkatan secara kualitatif dan kuantitatif. Di mana kulitatifnya terjadi pertumbuhan UKM dengan bertambahnya aktivitas dagang di masyarakat.

Sekedar catatan, ada sebanyak 29.000 – 30.000 pelaku UKM yang terdaftar di dinasnya. Rinciannya sektor dagang sebanyak 60 persen dan industri rumahtangga sebanyak 40 persen.

“Dipastikan adanya pertumbuhan UKM berkisar antara 5 persen hingga 10 persen. Sektor koperasi perdagangan tetap akan menjadi trend yang diminati pada 2013,” bebernya.

Sedangkan, pandangan yang berbeda diungkapkan  Kemas Idham, Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Palembang, mengatakan, hanya 40 persen saja koperasi di Palembang yang masih aktif.

Hal itu menurutnya, disebabkan  kurang sadarnya masyarakat terhadap pentingnya koperasi. “Dari 1.003 koperasi yang ada di Palembang, hanya 400 koperasi yang aktif. Sisanya 603 koperasi sekarang sudah tidak aktif,” jelas Idham kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (9/10) di ruang kerjanya.

Umumnya kata Idham, koperasi yang masih aktif saat ini adalah koperasi pegawai negeri sipil (PNS). Ada juga koperasi  swasta dan simpan pinjam, yang masih aktif. Sementara koperasi sekolah, koperasi rumah tangga kebanyakan, sudah tidak aktif lagi.

“Koperasi yang aktif sebagian besar koperasi pegawai, baik swasta maupun negeri dan koperasi simpan pinjam, kalau koperasi lainnya sudah banyak yang tidak aktif,”ujarnya.

Penyebabnya sebut dia, selain kurang sadarnya masyarakat akan manfaat koperasi,  juga dikarena pengurus dan anggota yang hanya aktif pada awal-awal pendirian saja. Ketika sudah berjalan di pertengahan, sudah banyak yang menyerah atau stagnan.

Idham berharap, kesadaran masyarakat kembali tumbuh. Karena jika koperasi sudah berkembang dapat memberikan manfaat, terhadap masyarakat. Selain itu paradigma yang memandang koperasi hanya sebatas tempat meminjam uang, juga perlu dirubah. Sebab koperasi, dapat menciptakan kemajuan bangsa.

“Kita contohkan di negara-negara maju, koperasi berperan sebagai perkembangan perekonomian negaranya. Seperti Jepang dan banyak lagi negara lainnya, padahal yang kita ketahui dahulu kala, mereka belajar ke kita,”tukasnya.

TEKS:JADID ULUL ALBAB

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *