Ratusan Madrasah Swasta Belum Terakreditasi

Ilst. dakwatuna.com

Ilst. dakwatuna.com

PALEMBANG | KS-Ratusan madrasyah swasta diprovinsi sumsel belum terakreditasi, hal ini dikarenakan tidak adanya kesiapan dari pihak madrasah untuk melakukan akreditasi diamping itu, minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki.

Berdasarkan data yang didapat ada sekitar 456 dari 1.039 madrasah swasta di Provinsi Sumatera Selatan belum diakreditasi. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel, H Najib Haitami, melalui Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Fauzie, kepada wartawan Harian Kabar Sumatera diruang kerjanya, Selasa (8/10).

Menurutnya, Sekitar 10 persen madrasah swasta yang tersebar di sejumlah wilayah di Sumsel memang belum mengajukan akreditasi sama sekali. “Dan ini menjadi perhatian kami semua,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar madrasah swasta tidak lupa terhadap akreditasi. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar sosialisasi ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel akan pentingnya kepemilikan akreditasi.

“Target kita, semua madrasah swasta mendapatkan akreditasi A sebab selama ini akreditasi yang ada kebanyakan akreditasi B dan C. Kendati belum diakreditasi, namun siswa tidak perlu khawatir karena ijazah madrasah yang belum diakreditasi tetap berlaku,” tegasnya.

Untuk diketahui, total jumlah madrasah negeri dan swasta di Sumsel 1.130. Masing-masing terdiri dari 37 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), 461 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), 33 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), 405 Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS), 21 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 173 Madrasah Aliyah Swasta (MAS).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Nur Syam mengatakan, kondisi pendidikan keagamaan melalui satuan unit pendidikan madrasah masih memprihatinkan.

Kemenag mencatat ada 12.625 unit madrasah belum terakreditasi. Umumnya karena tidak memenuhi delapan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan.

“Dari tahun ke tahun, kami berusaha menuntaskan madrasah-madrasah yang belum terakreditasi itu,” katanya.

Nur Syam menuturkan alasan utama masih banyaknya madrasah yang belum terakreditasi itu adalah kondisi sarana prasarana (sarpras). Di seluruh madrasah-madrasah yang belum memenuhi standar akreditasi itu, sarprasnya sangat memprihatinkan.

“Mulai dari gedung sekolahnya, sarana laboratorium, hingga perpustakaannya tidak ada. Padahal semua infrastruktur itu adalah delapan SPM Pendidikan,” paparnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *