Listrik Byar-Pet, Warga Turunkan Bendera di Kantor PLN

Globot alias Subki warga Talang Ubi menurunkan bendera merah putih yang sudah usang dan menggantinya dengan bendera baru didepan PLN Rayon Talang Ubi. Globot mengaku kesal karena seringnya pemadaman listrik dan usangnya bendera dihalaman PLN. Foto diambil selasa (8/10) pukul 14.04 WIB

Globot alias Subki warga Talang Ubi menurunkan bendera merah putih yang sudah usang dan menggantinya dengan bendera baru didepan PLN Rayon Talang Ubi. Globot mengaku kesal karena seringnya pemadaman listrik dan usangnya bendera dihalaman PLN. Foto diambil selasa (8/10) pukul 14.04 WIB

PALI | KS-Kesal. Itulah yang dikemukakan Globot alias Subki, warga Talang Ubi Kabupaten PALI. Globot bukanlah anggota Paskibraka (Pasukan pengibar bendera pusaka). Ia warga biasa. Tapi Globot secara terang-terangan dan tanpa malu-malu menurunkan Bendera Merah Putih dihalaman kantor PLN Rayon Talang Ubi Kabupaten PALI.

Bukan sekadar menurunkan bendera yang sudah usang itu, Globot justru menaikkan bendera merah-putih yang masih baru. “Benderanya sudah usang mas, sebagai orang Indonesia saya malu melihat bendera usang dan robek berkibar. Jadi saya ganti dengan bendera baru. Mungkin PLN tidak ada dana, makanya saya belikan bendera baru,” ujar Globot yang ditemui usai menaikkan bendera.

Globot mengaku membeli bendera baru itu di Pasar Talang Ubi seharga Rp 55 ribu. Ia mengaku merogoh koceknya pribadi untuk membeli bendera itu. “Cuma uang rokok saya saja. Tidak seberapa, mas. Apalagi dibandingkan dengan darah pejuang empat lima dulu. Mereka bertaruh nyawa,” terang pria berkumis itu.

Sebelum melakukan askinya, Globot lebih dulu meminta izin dengan Satpam, sehingga penurunan dan menaikkan bendera berjalan dengan aman. “Saya permisi sama sekuritinya, saya bilang mau ganti benderanya sama yang baru. Sekuritinya bilang bagus itu silahkan saja. Yaa… Saya ganti. Bendera yang sudah robek saya berikan lagi kepada sekuriti,” ujar Globot lagi.

Ternyata kekesalan Globot sudah lama terpendam. Seringnya pemadaman listrik di Pendopo yang berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian membuat Globot menahan marahnya pada PLN. “Kalau diprotes, capek, mas. Listriknya tetap saja seperti minum obat. Tiga kali sehari mati,” ungkap dia.

Puncak kekesalan Globot saat menyaksikan bendera di halaman kantor PLN yang sudah kusam dan usang. Parahnya bendera itu pun sudah robek. Padahal baru saja selesai perayaan hari kemerdekaan. “Kalau tujuhbelasan kan biasanya bendera diganti baru semua. Ini kok malah benderanya sudah robek. Saya pikir, PLN lagi buntu. Buktinya saya dengar di TV tarif PLN dinaikkan. Daripada malu sama pejuang, yah… mendingan saya belikan baru. Harganya juga murah kok,” sindir Globot.

Manajer PLN Rayon Pendopo, Darwis Hambali yang dihubungi via telepon mengaku pihaknya sudah berencana mau mengganti bendera dikantornya. “Kita sudah mau menggantinya kok,” terang Darwis.

Darwis sangat terkejut saat mendengar ada warga yang menggantinya. “Wah jangan begitu dindo. Malu kami jadinya,” ujarnya Darwis yang mengaku sedang mengikuti rapat di Palembang.

Namun Darwis juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah mengingatkannya “Terima kasih sudah diingatkan,” ujar Darwis.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *