KPU OI Tetapkan 241 Titik Zona Kampanye

kpu

INDERALAYA|KS-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kabupaten Ogan Ilir menetapkan ada sekitar 241 titik zona kampanye yang tersebar di desa dan kelurahan di Ogan Ilir. Setiap partai politik maupun calon legislative akan diberikan sanksi jika melakukan kampanye diluar zona tersebut.

“Dasar keputusan ini disesuaikan dengan pemerintah daerah. Jadi daerah diluar 241 titik zona yang dilarang meliputi jalan tikungan tajam, pepohonan, tempat ibadah, pendidikan, tiang listrik maupun asset milik negara. Ya, tiga hari setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu semua diperkenankan untuk melakukan kampanye,” ungkap Ketua KPU Ogan Ilir, H Amrah Muslimin, Selasa (8/10).

Menurutnya, setiap partai politik juga berkewajiban untuk menyerahkan laporan dana kampanye. Pelaporan dana kampanye dibagi menjadi dua yakni rekening khusus dana kampanye dan laporan awal dana kampanye.

Begitu pula bagi setiap calon legislative wajib menyerahkan laporan dana kampanye kepada partai politiknya. Kemudian setiap parpol wajib menyerahkan laporan dana kampanye ke KPU Ogan Ilir.

“Ya, sah-sah saja jika ada seseorang yang hendak menyumbangkan dananya untuk calon legislative maupun partai. Khusus untuk perseorangan minimal bantuan sebesar Rp Rp1miliar. Bagi perusahaan pun maksimal Rp7,5miliar,” terangnya.

Ia menambahkan, apabila laporan dana kampanye tidak diserahkan ke KPU paling lambat 14 hari sebelum kampanye dalam bentuk rapat umum dilakukan, maka tidak menutupkemungkinan calon legislative dapat didiskualifikasi sebagai calon sehingga tidak bisa berkompetisi pada pileg 2014.

Khusus pemasangan alat peraga oleh para caleg, lanjut Amrah, jelas sangat bertentangan dengan aturan yang berlaku. Untuk itu, pihaknya berharap caleg dapat mengerti aturan main yang ditetapkan.

“Ya, ada sanksi administrative yang akan diberikan bagi caleg yang sengaja memasang atribut kampanye. Mereka bisa didiskualitifasi sehingga tidak ikut berkompetisi pada pemilihan legislative 2014 mendatang,”tuturnya.

Pemasangan atribut pun, kata dia, harus dilakukan secara kolektif dengan caleg lain dengan melibatkan partai politik dan bukan memasang atribut secara sendiri-sendiri.

“Memasang atribut secara sendiri-sendiri itu dilarang. Pemasangan atribut diperbolehkan jika membawa nama partai dan dilakukan secara kolektif sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing,”jelasnya.

Sementara itu, anggota KPU Ogan Ilir, Annahir menambahkan pemasangan spanduk ataupun alat peraga lainnya wajib dilakukan secara kolektif oleh partai.

“Ada batasan ukuran. Misalkan spanduk minimal 1,5x10meter yang diperbolehkan dipasang disetiap zona. Bagi yang melanggar, sanksinya akan direkomendasikan ke Panwaslu untuk diambil tindakan,” terangnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *