Banjir Rentan Terjadi di Sumsel

Ilst. Banjir

Ilst. Banjir

PALEMBANG, KS-Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Sumatera Selatan (Sumsel), Apriadi, menghimbau masyarakat Sumsel untuk meningkatkan kewaspadaannya di saat musim penghujan. Sebab beberapa daerah di Sumsel, sebutnya rentan dilanda banjir.

“Ada beberapa kabupaten dan kota di Sumsel, rentan terjadi banjir bandang seperti di Empat Lawang dan Lahat. Sedangkan untuk Palembang, Muba, OI dan Banyuasin, banjir rentan saat intensitas hujan tinggi,” kata Apriadi yang dibincangi, Selasa (8/10).

Dinsos sebutnya, sudah mulai bersiap untuk menghadapi bencana banjir tersebut. Dinsos jelasnya, sudah menyiapkan beberapa stok untuk logistik penanganan bencana. “Kita mulai menyiapkan beras sebanyak 200 ton, selimut dan logistik lainnya. Sehingga saat terjadi bencana,  logistik itu bisa segera kita salurkan,” bebernya.

Apriyadi juga menghimbau masyarakat, untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya. Sebab kata dia, saat banjir datang biasanya sangat rentan merebaknya wabah penyakit.

Masyarakat juga diminta, untuk menjaga drainase dan saluran air di kawasan tempat tinggalnya tidak tersumbat. “Sehingga saat debit air tinggi, air tetap bisa mengalir tanpa ada penyumbatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Fenty Apriana menambahkan, saat ini belum ada penyakit yang ditimbulkan akibat pergantian musim atau pancaroba.Tapi, masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Memang di pergantian musim, rentan merebaknya wabah penyakit seperti inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan diare. Namun sampai saat ini, belum ada peningkatan penderita kedua penyakit tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, Agung Nugroho mengatakan, saat ini produksi sampah rumah tangga di Palembang mengalami peningkatan 10 persen perharinya dari 500 ton sampah menjadi 560 ton sampah perhari.

“Untuk mengantisipasinya,  DKK menambah truk sampah sebanyak 40 unit perharinya. Jam kerja petugas kebersihan, juga kita tambah. Sejak 26 Juli lalu, mereka bekerja mulai pukul 22.00 WIB  sampai pukul 04.00 WIB dini hari,” jelasnya.

“Sampah-sampah yang ada  itu, nantinya diangkut  petugas kita  ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan tidak boleh di tunda. Misalnya, sampah di jalan protokol dan dari drainase, ini semua kita lakukan sebagai antisipasi terjadinya banjir,” tukasnya.

Teks     :Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *