Alex Noerdin Akhirnya Menang

Alex Noerdin

Alex Noerdin

JAKARTA, KS-Pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki, akhirnya resmi menjadi Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2013-2018, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan yang diajukan oleh pasangan Herman Deru-Maphilida Boer (DerMa) dan pasangan Eddy Santana Putra- Anisja Djuita Supriyanto atau Wiwiet Tatung (ESP-WIN), Selasa (8/10).

Dalam sidang putusan sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel tersebut, pasangan icumbent ini ditetapkan memperoleh jumlah suara terbanyak. Alex-Ishak unggul 58.630 suara dari pasangan DerMa, dari hasil penggabungan hasil rekapitulasi suara pada pemungutan suara ulang (PSU) di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan dan hasil rekapitulasi suara pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu.

Rinciannya, pasangan ESP-WIN memperoleh 507.149 suara, pasangan Iskandar Hasan Achmad-Hafisz Tohir memperoleh 341.278 3 suara, pasangan DerMa memperoleh 1.389.169 suara sedangkan pasangan Alex-Ishak meraih 1.447.799  suara.

“Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, untuk melaksanakan putusan ini sebagaimana mestinya. Menolak permohonan keberatan pemohon,” kata hakim ketua, Hamdan Zoelva saat membacakan sidang putusan di MK, Jakarta.

Dalam persidangan tersebut, MK menolak permohonan yang diajukan pemohon secara keseluruhan dengan alasan MK melihat tidak terdapat hal-hal dan keadaan baru yang didukung oleh bukti para pihak yang meyakinkan, yang dapat memengaruhi perolehan suara serta keterpilihan dari masing-masing pasangan calon.

“Lagipula, walaupun perolehan suara pemohon (DerMa) dalam PSU tersebut bertambah, namun hasilnya tetap lebih besar perolehan suara pihak terkait (Ishak-Alex) dengan selisih suara sebanyak 58.630 suara,” jelas hakim anggota, Maria Farida Indrati.

“Memang pada saat ini, tidak mungkin ada pemilukada yang bersih seratus persen atau sempurna. Sebab di sana-sini terjadi pelanggaran. Namun, sejauh pelanggaran tersebut tidak bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, serta tidak signifikan pengaruhnya terhadap perolehan suara dan keterpilihan pasangan calon, maka mahkamah tidak dapat membatalkan hasil PSU pemilukada tersebut,” sambungnya.

Sementara itu Ketua KPU Sumsel, Anisatul Mardiah menjelaskan paling lambat Senin, 14 Oktober 2013, KPU akan segera mengirimkan surat pasangan terpilih pada DPRD Sumsel dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jumat, sebelum lebaran kita akan segera proses dan paling lambat Senin sudah kami sampaikan SK terpilih,” kata Anisatul yang dibincangi usai sidang putusan MK di gedung MK.

Menurut Anisah, KPU terpaksa berpacu dengan waktu mengingat masa kerja Alex Noerdin sebagai gubernur akan segera berakhir pada 7 Novemeber mendatang. “Sudah hampir 4 bulan rakyat Sumsel, menantikan gubernur terpilih melalui pesta demokrasi pada 6 Juni lalu serta Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 4 September lalu. Kami sangat bersyukur telah selesainya permasalahan pemilukada Sumsel,” ucapnya.

Mengenai langkah selanjutnya, menurut Annisatul, pihaknya akan segera melaksanakan rapat pleno untuk melaksanakan putusan MK. “Kami akan segera rapat pleno melaksanakan amar putusan MK ini,” ujarnya.

Dibincangi terpisah, Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo menyebut, dewan akan secepatnya merespon putusan MK tersebut. “Kita segera mengagendakan pelantikan pasangan Alex-Ishak, setelah mendapatkan surat resmi dari KPU Sumsel dan Kemendagri. Rakyat sudah terlalu lama menunggu,”tukasnya.

Disambut Shalawat di Bandara SMB II

Pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki, dipastikan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan yang diajukan pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa) dan Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN).

Usai putusan MK itu, Alex langsung pulang ke Palembang. Tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, sekitar pukul 20.10 WIB.  Setiba di VIP Room, Bandara SMB II, ia disambut sejumlah ulama Palembang, staf di jajaran Pemprov Sumsel dan pendukungnya dengan kumandang shalawat nabi dan doa sujud syukur.

Dibincangi di bandara, Alex mengatakan paska pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu ia tidak terlalu memikirkan kemenangan yang tertunda itu. “Saya memilih  menenggelamkan diri pada pekerjaan sebagai Gubernur Sumsel,” ucapnya.

Alex juga, mengakui, tetap optimistis menang seandainya Ketua MK sebelumnya, Akil Mochtar tak terlibat kasus dugaan suap, dan tertangkap tangan hingga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab jelas  Alex, elektabilitas (tingkat keterpilihan), yang tergambar dari tingkat kepercayaan masyarakat Sumsel pada dirinya selama menjabat gubernur memberikan keyakinan. “Alhamdulillah, akhirnya kebenaran dapat ditegakan. Apa yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Sumsel selama beberapa bulan ini, telah diputuskan MK dan menunjukan bahwa, yang benar tetaplah benar, meski sempat tertunda,” ungkapnya.

Alex mengajak seluruh pasangan kandidat, untuk mengikhlaskan apa yang telah dilalui selama pelaksanaan pemilukada Sumsel maupun PSU lalu, dan menerima keputusan yang telah ditetapkan MK dengan lapang dada.

Bagi kandidat yang saat ini masih menjabat kepada daerah di Sumsel, Alex berharap, dapat terus berkonsentrasi pada kerja-kerja pembangunan di daerahnya masing-masing. “Kepada Herman Deru, ayo konsentrasi dan bangun daerah (OKU Timur) agar dapat lebih baik lagi kedepannya,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *