Sekilo Bumbu Naik Rp 5.000

Ilst. Bumbu

Ilst. Bumbu

PALEMBANG KS-Sepekan jelang Hari Raya Idul Adha 2013, harga jual aneka bumbu dapur dan sayur mayur di pasar tradisionil Palembang meloncat. Rata-rata si penjual bumbu mematok kenaikan harga Rp 5.000 per kilonya.

Nyonya Halimah (58) yang sehari-harinya berjualan bumbu dapur di Pasar Suro Jalan Ki Gede Palembang kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Senin (7/10) bercerita, naik-turunnya harga bumbu dapur acapkali ia alami selama ini. Karena itu, Halimah pun tak kuatir dengan merangkaknya harga jual bumbu dapur.

“Aku idak kaget lagilah. Biasono cak inilah kalu nak lebaran, barang-barang naik galo. Kemarin bae hargo jahe cuma Rp 4.000, sekarang jadi Rp 9.000 per kilogram. Itu baru jahe bae,” kata Halimah dengan logak khas Palembangnya.

Di lapak tempat Halimah berjualan juga tersaji beragam jenis sayur-mayur. Namun begitu, ia tak memungkiri harga jual sayuran itu pun juga melambung dibanding hari biasanya.

“Cabai, misalnya. Kini harganya sudah Rp 40.000 per kilo, padahal sebelum berkisar Rp 20.000 per kilonya. Jeruk kunci jugo naik harganya sebanyak Rp 5.000 per kilo,” bebernya.

Lanjut Halimah, kenaikan harga bumbu dapur mentah juga berlaku pada kunyit. Harganya dari Rp 4.000 menjadi Rp 8.000 per kilo, dan nanas dari Rp 1.500 menjadi seharga Rp 3.000 per buah.

“Kalau soal bumbu dapur dan sayur-mayur ini aku beli dari Pasar Induk Jakabaring,” cetusnya.

Tak jauh berbeda dengan penjual sayuran lainnya bernama Rohimah (68). Sambil menanti pelanggan, Rohimah berkata umumnya harga sayuran yang ia pasarkan melambung dengan besaran bervariasi.

“segalo harga bumbu dapur naek galo. Seperti kacang panjang yang sebelumnya seharga Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 per kilo, buncis jugo naik Rp 1.000 per kilo. Pembeli rato-rato nak murah galo. Jadi, daripado dagangan aku dak laku, makanyo kami patok untungnya cuma Rp 1000,” kata Rohimah merendah.

Informasi yang dihimpun Harian Umum Kabar Sumatera, naiknya harga jual bumbu dapur dan sayur-mayur juga terjadi di Pasar 26 Ilir.

“Ai,..Dik, rasonya nak nangis aku oleh harga naik galo. Terimokaseh pacak balek modal,” cetus Irma (42), penjual sayur-mayur di Pasar 26 Ilir.

Lanjut Irma, harga kentang pun naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, wartel naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 per kilo. Labu siam naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 4.000 per kilo.

“Umumnya penjual sayuran di Pasar 26 Ilir ini banyak nian yang merugi. Beda kalu jualan di Pasar Induk Jakabaring, di sano merato agen yang beruntung,” tutup Irma.

TEKS/FOTO:AGUS EDWAR (Mg)

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *