Pancaroba, Waspadai ISPA

Ispa | net

Ispa | net

PALEMBANG, KS-Kondisi cuaca di Kota Palembang, saat ini tidak menentu. Hal ini disebabkan, di metropolis sudah memasuki peralihan musim atau pancaroba. Masyarakat pun dihimbau untuk mewaspadai merebaknya penyakit inpeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Himbauan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Anton Suwindro, Senin (7/10). Ia menyebut,  saat ini tingkat kelembaban cuaca sangat tinggi sehingga masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh.

“Di peralihan musim saat ini, ISPA sangat mudah merebak. Saat ini sudah terjadi peningkatan penderita ISPA di Palembang, walau pun belum signifikan,” kata Anton yang dibincangi di ruang kerjanya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, sejak Januari hingga September sudah ada kurang lebih 1200 penderita ISPA. Namun jelas Anton, ISPA belum menjadi penyakit yang sifatnya mengancam.

Walau pun begitu menurutnya, masyarakat tetap harus mewaspadainya. “Biasanya di musim pancaroba, kondisi cuaca tidak menentu. Kondisi ini mempengaruhi daya tahan tubuh, biasaanya saat itulah ISPA mulai menyerang,” ucapnya.

Anton menghimbau, bagi pengendara kenderaan bermotor khususnya roda dua dapat menyediakan perlengkapan saat hendak beraktifitas atau ke luar rumah. Karena selain perubahan cuaca, ISPA juga terjadi akibat tidak dapat menjaga daya tahan tubuh.

“Masyarakat yang hendak beraktifitas di luar rumah khususnya yang menggunakan sepeda motor, sebaiknya menggunakan masker. Selain itu, kita himbau untuk menjaga daya tahan tubuh, dengan banyak minum air putih,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, ISPA selain disebabkan oleh pengaruh cuaca juga dipengaruhi oleh perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat. Misalnya kata Anton, kebiasaan yang tidak mencuci tangan sebelum makan dan lainnya.

“ISPA berhubungan juga dengan daya tahan tubuh, yang bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun ketika beradaptasi dengan kondisi luar mengakibatkan mudahnya terserang penyakit tersebut,”bebernya.

Selain mewaspadai merebaknya ISPA, masyarakat sebutnya juga harus mewaspadai berbagai penyakit lain yang mudah menyerang saat peralihan musim yakni diare. Diare bebernya, adalah penyakit yang berhubungan dengan air.

“Biasanya diare disebabkan, karena mengkonsumsi air yang tidak layak atau kotor. Di Palembang, penderita diare tidak terlalu tinggi. Karena air bersih di Palembang, sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *