Palembang Rawan Banjir dan Kebakaran

Kebakaran-di-pasar-16-lalu

Ilst. Kebakaran | Dok KS

PALEMBANG, KS-Palembang termasuk daerah yang relatif aman, dari bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dan lainnya. Walau pun begitu, bukan berarti Palembang menjadi daerah yang aman dari bencana.

Karena menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Selatan (Sumsel), Apriadi, Palembang tetap rawan dua katagori bencana yakni kebakaran dan banjir. Hal ini diungkapkan Apriadi saat dibincangi di sela-sela bakti sosial Tagana di Hotel Aryadutha, Palembang, Senin (7/10).

“Kota Palembang sudah sangat rawan, dalam hal bencana banjir dan kebakaran. Ini bisa dilihat dari kasus-kasus pernah terjadi belakangan. Umumnya kedua bencana itu disebabkan, dari faktor masyarakat,” kata Apriadi.

Ia menyebut, banjir misalnya. Di Palembang, banjir selalu terjadi saat hujan deras mengguyur kota empek-empek ini. Hal itu sebut Apriadi disebabkan, karena kurangnya daerah resapan air yang disebabkan penimbunan daerah rawa-rawa.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir di Palembang. “Akibatnya, sampah sering menutupi drainase dan sungai sehingga menjadi dangkal dan menyebabkan aliran air menjadi terhambat. Sehingga saat hujan deras menggur, air meluap,”ucapnya.

Sementara untuk kebakaran, umumnya yang terjadi di Palembang disebabkan masyarakat yang kurang sadar, dalam menjaga aliran-aliran yang mesti dipakai. Misalnya, konseliting listrik yang menjadi penyebab terbesar kebakaran di Palembang dikarenakan instalasi listrik yang sembrawut.

Untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap dua bencana ini, akan digelar kampung siaga bencana. Nantinya akan di sosialisasikan kepada masyarakat dan mencontohkan bagaimana, agar selalu waspada dan terbiasa hidup dengan aturan yang sudah ditentukan.

“Misalnya jangan membiasakan buang sampah sembarangan, baik itu di sungai, gorong-gorong, dan di kawasan rumah sendiri. Kemudian gunakanlah tenaga listrik yang terhindar dari timbulnya konsleting listrik, “ sambungnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementrian Sosial (Kemensos), Andi ZA Dulung. Ia menyebut,  bencana yang terjadi di Indonesia sangat kompleks mulai dari bencana tsunami, gempa bumi, longsor, angin puting beliung, gunung merapi,banjir dan lainnya.

Untuk Sumsel jelasnya, kerawanan bencana juga ada seperti tanah longsor, dan angin puting beliung. “Khusus Palembang sendiri, memang bencana yang sangat rawan adalah banjir dan kebakaran. Oleh sebab itu, semua penduduknya harus cepat di informasikan mengenai hal-hal yang mungkin bisa mendatangkan bencana tersebut,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *