Kue ‘Topcer’ Beromset Jutaan Rupiah

Ilst. Kue "Topcer"

Ilst. Kue “Topcer”

PALEMBANG KS-Setiap menyambut Idul Adha banyak penjual kue musiman selalu memadati pasar tradisionil di kota ini. Aneka kue pun siap disajikan ke konsumen. Kali ini, kue ‘topcer’ cukup laris manis. Hasilnya? Penjual bisa beromset puluhan juta rupiah.

Beberapa hari ini hampir setiap harinya penjual kue di pasar-pasar tradisionil ramai menjajakan kue. Ada penjual kue yang hanya bermodalkan alas dari plastik ataupun lantai. Sedang penjual lainnya berjualan kue di pertokoaan.

Ryan (24), seorang penjual kue ‘dadakan’ di Pasar 16 Ilir kepada Harian Umum Kabar Sumatera menceritakan, selama lima tahun eksis berjualan  kue musiman ia sedikitnya modal yang harus dikucurkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sedang omset yang dia raup rata-rata sebanyak Rp 5 juta-an per harinya.

“Biasanyo pembeli ada yang beli 3 kilo per orang. Umumnya konsumen yang datang ke sini ada yang datang dari Jalur di Banyuasin dan Sekayu. Alhamdulillah, bila dihitung aku bisa dapat omset Rp 1 juta ke atas. Laba yang diperoleh aku putarkan lagi untuk memasok kue-kue yang habis terjual,” terang suami dari Suriana.

Dengan didukung keluarga, kini Rian memiliki pelanggan setia. Selain itu, ia pun cukup berpengalaman memasarkan aneka kue ‘topcer’ ke konsumen. Pun ada bermacam-macam kue yang ia tawarkan antara lain kue kacang paling tinggi seharga Rp 40.000 per kilo dan termurah seharga Rp 30.000 per kilo. Ada juga kue tusuk gigi dan kue opak seharga Rp 30.000 per kilogram.

“Ya, biasanya tiga hari nak lebaran kalau masih ada kue yang tersisa terpaksa aku obral setiap dua bungkus kue dijual seharga Rp 15.000. Ado bonusnyo dikit,” kata Ryan setengah promosi.

Penjual kue lainnya yaitu Rika. Wanita 33 tahun ini bahkan telah sepuluh tahun ini rutin berbisnis kue lebaran. Modalnya? Tak tanggung-tanggung ia harus menyiapkan uang sebanyak Rp 20 juta.

“Kue-kue di sini ada yang memakai toples. Harganya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Kalau bahan kuenya dari mentega dan terigu dijual seharga Rp 40.000 per toples. Nah, harga bahan-bahannya kan sekarang naik, otomatis harga kue pun ikut naik,” kata Rika bangga.

TEKS/FOTO: AGUS EDWAR (Mg)

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *