Jangan Korbankan Masyarakat Sumsel

hukumhukumMahkamah Konstitusi (MK), rencananya hari ini (8/10) akan membacakan putusan terhadap hasil sengketa pemilukada Sumatera Selatan (Sumsel) yang diajukan oleh pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa) dan pasangan Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN).

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Achmad Djauhari berharap MK dapat memutuskan sidang gugatan pemilukada Sumsel tersebut. Menurutnya, sidang gugatan yang berlarut-larut dapat membingungkan masyarakat Sumsel, sementara masa jabatan Gubernur akan habis pada 7 November mendatang.

“Kita orang Sumsel tentu ingin segera mengetahui siapa pemenang pemilukada, jangan sampai hiruk pikuk di MK malah mengorbankan masyarakat Sumsel, oleh karena itu, saya harap betul sidang gugatan ini segera diputuskan, dengan keputusan yang seadil-adilnya,” kata Djauhari yang dibincangi, Senin (7/10) di ruang kerjanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengimbau, seluruh kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel dapat menerima apapun keputusan MK nantinya. “Kita imbau kepada kontestan kalau kalah ya kalah, harus legowo, jangan mengorbankan masyarakat untuk kepentingan pribadi, mereka juga (kandidat) kan sudah berkomitmen siap menang dan siap kalah,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Ali A Rasyid. Ia mengatakan, masa jabatan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel saat ini akan berakhir pada 7 November mendatang.

“Jika MK, belum juga memutuskan sengketa pemilukada Sumsel artinya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) harus menunjuk pelaksana tugas (plt) Gubernur Sumsel. Jika ditunjuk Plt, maka pembahasan APBD Sumsel juga akan terganggu. Sebab Plt, tidak  tidak bisa mengambil putusan bersifat strategis. Karenanya saya berharap, proses pemilukada Sumsel, selesai pada tahapan saat ini,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *