Hari Ini Nasib Sumsel Diputuskan

mk

mkPALEMBANG, KS-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), hari ini (8/10), akhirnya bisa mengetahui siapa pemimpin mereka lima tahun kedepan. Pasalnya,  walau tengah diguncang prahara paska tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar karena diduga menerima suap, namun sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) yang ditangani oleh MK tetap akan disidangkan.

Hari ini, Selasa (8/10), nasib Sumsel akan diputuskan.  MK akan memutuskan sengketa hasil pemilukada Sumsel dengan nomor perkara: 79/PHPU.D-XI/2013 (Herman Deru-Maphilinda Boer) dan 80/PHPU.D-XI/2013 (Eddy Santana Putra-Anisja Djuita Supriyanto), yang akan digelar di gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 15.30 WIB.

Calon gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 4, Alex Noerdin yang dibincangi usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (7/10)  menyatakan siap menerima apapun hasil keputusan majelis hakim MK.  “Mudah-mudahan kalau harapan, kamu tahu sendiri. Banyak waktu yang hilang, tenaga dan APBD lagi,”kata Alex.

Menurut Alex, MK merupakan majelis persidangan tertinggi di negeri ini dan keputusannya tidak bisa digugat lagi. “Makanya apapun keputusan itu oleh lembaga yang berwenang dalam hal ini MK, harus kita terima. Dan harus percaya, atas keputusan MK dan kita optimis hasilnya,” tegas mantan Bupati Muba ini

Hal yang sama sebelumnya, juga diungkapkan cagub Sumsel nomor urut 3, Herman Deru. Bupati OKU Timur ini,  menyerahkan keputusan pemenang pemilukada Sumsel ke MK. “MK adalah lembaga yang berhak, menentukan siapa pemenang pemilukada Sumsel. Jadi kita percayakan saja ke MK,” ungkapnya.

Deru juga mengatakan, hasil pemungutan suara ulang (PSU) dan non PSU tidak bisa digabung. Ia menyebut, kewenangan itu hanya ada MK. “Karenanya, biarkan MK yang memutuskannya. Jangan membuat opini sendiri, tunggulah putusan MK,” tegas Deru

PSU kata Deru, adalah hasil putusan sela MK nomor 79 yang ditetapkan pada 11 Juli 2013 lalu. Dalam salah satu poin putusan sela itu sebut Deru, adalah memerintahkan MK untuk mengelar PSU di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan Kecamatan Warkuk, Kabupaten OKU Selatan.

Karenanya sebut Deru, sebagai kandidat ia mengajak semua pihak baik masyarakat, media, kandidat dan penyelenggara pemilu tidak membuat kesimpulan atau opini sendiri-sendiri. “Marilah kita patuhi putusan MK, baik itu putusan sela yang sudah kita laksanakan bersama-sama maupun putusan MK yang akan datang,”ucapnya.

Ia juga menghimbau masyarakat Sumsel, maupun penyelenggara pilkada tidak membuat kesimpulan atau opini sendiri-sendiri. “Marilah kita patuhi putusan MK, baik itu putusan sela yang sudah kita laksanakan bersama-sama maupun putusan MK yang akan datang,” ucapnya.

Komisioner KPU Sumsel, Chandra Puspa Mirza juga mengatakan hal tak jauh berbeda. Ia menyebut, KPU siap menjalankan apapun keputusan MK nantinya. “Bagaimana sidangnya nanti akan kita ikuti, apakalah langsung putusan atau seperti apa, KPU siap menjalankannya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pilkada Sumsel diikuti empat pasangan calon gubernur dan calon gubernur Sumsel, yakni pasangan nomor urut 1, Eddy Santana Putra – Wiwiet Tatung (ESP – WIN), nomor urut 2, Iskandar Hasan – Hafisz Tohir, nomor urut 3, Herman Deru – Maphilinda (DerMa) dan pasangan nomor urut 4, Alex Noerdin – Ishak Mekki.

Berdasarkan penggabungan hasil pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel, 6 Juni lalu dan hasil pemungutan suara ulang (PSU), 4 September 2013 yang dilakukan KPU Sumsel, pasangan Alex Noerdin – Ishak Mekki unggul dengan 1.447.799 suara, diikuti pasangan nomor urut 3, DerMa dengan 1.389.169 suara, kemudian pasangan ESP – WIN dengan 507.149 suara dan terakhir pasangan Iskandar – Hafisz dengan 341.278 suara.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *