Dinkes Jamin Klaim Jamsoskes Segera Dibayarkan

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG I KS-Terkait adanya penolakan pelayanan kesehatan terhadap Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir  dan Kota Palembang oleh Rumah Sakit (RS) Muhamadiyah Palembang, terhitung pada 7 September 2013 karena keterlambatan penyelesaian tunggakan pembayaran Jaminan Sosial Kesehatan  (Jamsoskes) Semesta.

Menyikapi hal tersebut, PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr Fenty Apriani saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Sumsel, Jl Madang Palembang, Senin (7/10) mengatakan, Berdasarkan data yang ada pada Dinkes Propinsi seperti  Kabupaten Ogan Ilir hanya terutang sebesar Rp780.599.328  untuk tahun  2010 dan  Kabupaten Banyuasin sebesar Rp291.872.691. Terakhir, Kota Palembang yang belum terbayar hanya 3 bulan terakhir.

“Yang pasti ini bukan hutang Propinsi, ” ungkapnya.

Menurutnya, penolakan terhadap 3 Kabupaten/kota terhadap pasien Jamsoskes tersebut,   karena keterlambatan pihak rumah sakit dalam mengajukan klaim berobat yang rata-rata terlambat di bulan September sampai Desember.

“Meskipun terlambat ini akan tetap di lunasi kabupaten/kota yang bersangkutan,” bebernya.

Dikatakannya, meskipun RS Muhammadiyah melakukan penolakan terhadap 3 kabupaten Kota tersebut tidak akan menghambat pelayanan kesehatan. Karena di  Sumsel terdapat banyak rumah sakit rujukan  mitra Pemprov.

Disebutkannya, karena dana pembayaran menggunakan dana sharing dari Propinsi dengan Kabupaten/kota di Sumsel, sebagai perbandingannya.

Untuk dana sharing Propinsi sebesar 70 persen, sedangkan Kabupaten/kota hanya  30 persen.

“Jadi ini artinya setiap tahun dana itu jauh lebih dari cukup  untuk pasien berobat,” paparnya.

Kesimpulannya, mengenai tunggakan tiga Kabupaten/kota tersebut tetap di lunasi setelah mendapat audit dari BPK dan juga  Verifikasi dinas Provinsi,  sehingga bisa masuk utang.

“Khusus Kabupaten OI  dilunasi pada tahun 2014, Kota Palembang dan Banyuasin tinggal menunggu keputusan DPRD dalam pengesahan tahun anggaran tambahan,” tandasnya.

Bahkan, kedepan pihaknya akan melakukan upaya meninjau ulang  RS Muhammadiyah yang merupakan mitra Pemprov. Karena, pada tahun 2014 mendatang sudah ada beberapa rumah sakit yang telah mengajukan untuk menjadi mitra Pemprov Sumsel, dalam memberi pelayanan berobat gratis.

“Ya saat ini sudah ada  4 rumah sakit yang menjadi mitra Provinsi salah satunya RS Muhammdiyah.  Berikutnya, ada  RS Pusri dan Ak Gani,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa rumah sakit yang menjadi mitra Pemprov  Sumsel, setidaknya mendapatkan keuntungan signifikan, karena  ada peningkatan jumlah pasien. “Otomatis dari segi pendapatan juga mengalami peningkatan,” urainya. Seraya mengatakan cukup kaget, kenapa tiba-tiba rumah sakit Muhammadiyah menolak pasien yang berobat pada beberapa kabupaten kota.

TEKS : IMAM MAHFUZ

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *