RM Masih Gunakan Elpiji 3 Kg

ELPIGI-3-KGPALEMBANG, KS -Walaupun telah dilarang menggunakan elpiji tabung 3 kilogram (kg), namun sejumlah rumah makan (RM) di Palembang masih terlihat menggunakan elpiji subsidi tersebut. Salah seorang pengusaha rumah makan di kawasan Jalan Merdeka, Palembang, yang tidak ingin di sebutkan namanya mengaku, masih menggunakan elpiji 3 Kg.

Alasannya menurut dia, penggunaan elpiji tabung 3 kg tersebut lebih efisien di bandingkan harus menggunakan elpiji tabung 12 kg. “Disamping itu, untuk membeli elpiji tabung 3 kg lebih mudah didapat. Warung-warung kecil juga ada,”katanya ketika dibincangi, Jumat (4/10).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Kota Palembang melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Juni Haslansi, tidak menampik masih adanya RM yang menggunakan elpiji tabung 3 kg.

Karenanya kata Juni, Disperindag akan akan kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada RM.”Kami akan berkoordinasi dulu dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), sebelum melakukan sidak tersebut,” jelas Juni ketika dibincangi di ruang kerjanya.

Disinggung soal rencana pemasangan stiker yang sempat di wacanakan, Juni menyebutkan, Disperindagkop masih menunggu jawaban dari Hiswana Migas. Desain untuk stiker sendiri jelasnya telah siap, namun karena masih belum ada respon dari Hiswana Migas maka hal itu belum dapat direalisasikan.

“Stiker yang dimaksudkan, untuk menekan dan membatasi para pemilik rumah makan menggunakan elpiji 3 kg. Semakin banyak pelaku usaha yang memakai tabung subsidi, maka akan mengurangi kuota masyarakat,”ulasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo dibincangi di tempat terpisah mengatakan, jika ada RM yang kedapatan masih menggunakan elpiji tabung 3 kg maka akan diberikan sanksi tegas.

Sanksi itu misalnya sebut dia, dengan mencabut izn bagi usaha RM tersebut. “Elpiji tabung 3 kg itu, diperuntukkan bagi masyarakat. Harganya juga sudah disubsidi oleh pemerintah. Karenanya, pelaku usaha dilarang menggunakan elpiji tabung 3 kg,” jelas Harnojoyo.

Persoalan ini sambungnya, sudah seringkali diingkatkan Pemkot  Palembang melalui Disperindagkop. “Jika mereka masih menggunakannya, artinya mereka membandel. Sehingga sudah sepatutnya, izinnya di cabut. Namun itu baru dilakukan, jika memang sudah terbukti melanggar,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *