Penanggulangan HIV/AIDS di Sumsel Belum Semua Daerah Berkomitmen

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS -HIV/AIDS terus menghantui Sumsel, bahkan jumlah penderita penyakit mematikan ini terus meningkat setiap tahunnya di Bumi Sriwijaya. Namun sayangnya, belum semua kabupaten dan kota di Sumsel, yang peduli dengan persoalan ini.

Hal ini menurut Asisten Kesra Pemprov Sumsel, H Ahmad Najib, ditunjukkan dengan belum semua kabupaten dan kota di Sumsel membentuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS maupun lembaga peduli dengan penanggulangan HIV/AIDS.

“Bahkan di Sumsel, baru ada 9 kabupaten dan kota yang memiliki klinik khusus untuk pelayanan kepada penderita HIV/AIDS,” jelas Najib ketika membuka rapat koordinasi (rakor) Penanggulangan HIV/AIDS di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, kemarin.

Ia berharap dari rakor tersebut, ada penekanan pada penguatan lembaga dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS di Sumsel, mengingat lembaga inilah yang nantinya sebagai motor penggerak kepada elemen masyarakat dan LSM untuk menekan epidemi HIV/AIDS di tingkat kabupaten dan kota di Sumsel.

Ia juga mengatakan, pengendalian pemberantasan HIV/AIDS di Sumsel bukanlah perkara mudah. “Ini memerlukan dedikasi, keuletan, empati dan rasa kemanusiaan yang kuat dan mendalam bagi mereka yang peduli dan bersedia mengambil tanggung jawab untuk menjalankan tugas mulia ini,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan program-program pemerintah guna mencegah dan mengeliminir penyebaran HIV/AIDS, tentunya jelas dia, melibatkan berbagai profesi/ disiplin ilmu dan instansi secara lintas program/ lintas sektor dalam suatu tim dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Ia berpesan, perlu langkah-langkah untuk meningkatkan perluasan jaringan fasilitas pelayanan bagi penderita HIV/AIDS, peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, perbaikan koordinasi dan tatakelola dari semua pihak dan instansi yang ikut menangani masalah HIV/AIDS di Sumsel.

Selain itu imbuhnya, perlu adanya perbaikan sistem informasi dan mobilisasi dana baik dari pemerintah maupun dari swasta untuk membiayai peningkatan kualitas penanganan HIV/AIDS di Sumsel.

“Diharapkan melalui pertemuan ini, akan bermanfaat untuk mendukung program yang akan dilakukan dalam usaha menekan epidemi HIV/AIDS, serta dapat menghasilkan rumusan-rumusan strategis yang nantinya dapat dikembangkan di daerah dan dilingkungan masing-masing dalam upaya turut menanggulangi bahaya penyebaran HIV dan AIDS ini,” ucapnya.

Sementnara itu, Karo Kesra Pemprov Sumsel, Richard Cahyadi mengatakan peserta rakor diikuti oleh 100 orang yang terdiri dari 90 orang peserta dari kabupaten dan kota di Sumsel dan 10 orang dari provinsi dan LSM yang peduli terhadap penanggulangan HIV/AIDS.

“Melalui rakor inilah, kita harapkan lahir upaya serius dan komitmen pemerintah terutama di kabupaten dan kota untuk memfungsikan lembaga penanggulangan AIDS, sebagai upaya menekan jumlah penderita HIV/AIDS di Sumsel,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *