Pemkot Gandeng Perusahaan Besar

Ilst.Sampah

Ilst.Sampahmpah

PALEMBANG, KS-Walau pun terus di tata, namun sejumlah kawasan di Palembang masih ada yang tergolong sebagai kawasan kumuh. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota (pemkot) Palembang akan menggandeng badan usaha milik daerah  (BUMD) dan perusahaan-perusahaan besar yang ada di metropolis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Kota Palembang, Ana Heryana menyebut, untuk terus mengurangi kawasan kumuh di Palembang ini salah satu upaya yang dilakukan PU CK adalah dengan membangun rumah sederhana dan sehat untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurutnya pemkot, sudah memiliki lahan seluas 7,5 hektar di kawasan Kertapati. “Di kawasan Kertarpati itulah, rencananya kita akan membangun rumah susun sewa (rusunawa) di atas lahan seluas 3 hektar. Sisa 4,5 hektarnya, akan kita bangun rumah untuk MBR bekerjasama dengan Kementrian PU,” jelas Ana ketika dibincangi, Jumat (4/10).

Ana juga menyebut, di rumah sederhana dan sehat untuk MBR ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Fasitas tersebut, diharapkan dapat dibangun oleh BUMD, badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan besar lainnya di Palembang.

“Mereka kan memiliki dana corporate social responsibility (CSR), jadi mereka bisa membantu kita untuk membangun fasilitas penunjang di perumahan untuk MBR itu. Fasilitas itu misalnya, jalan, masjid dan fasilitas umum lainnya,” ucapnya.

Ana menjelaskan, nantinya dengan adanya kerjasama tersebut, bisa ada bukti. Misalnya dibuatkan tugu bertuliskan bantuan Pertamina atau PJKA dan lain sebagainya. “Tugu itulah yang menjadi bukti nantinya, bahwa BUMN, BUMD dan perusahaan tersebut pernah memberikan bantuan,”ulasnya

Ana menambahkan, Dinas PU CK bukan hanya ingin menuntaskan masalah kawasan kumuh saja, lebih dari itu pihaknya juga berkeinginan menata pingiran Sungai Musi agar lebih baik. “Pinggiran Sungai Musi, akan kita tata seluruhnya. Namun untuk saat ini, kami fokus mengatasi kawasan kumuh di Palembang,” tukasnya.

Sebagai informasi, Wali Kota Palembang sebelumnya, Eddy Santana Putra menargetkan Palembang akan bebas dari kawasan kumuh pada 2023. Namun berdasarkan data Dinas PU CK Palembang, di Palembang masih banyak kawasan kumuh.

Berdasarkan data 2009, titik kumuh di kota Palembang sebanyak 42 titik dan pada tahun 2013 turun menjadi 16 titik kumuh. Untuk mengatasi kawasan kumuh ini, pemkotakan mengoptimalkan penataan kota dengan beberapa program yakni program perumahan swadaya, program informal, dengan bekerjasama dengan REI atau APERSI, dan program dari Kementerian PU, serta dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *