KNPI Sumsel Galang Tandatangan

puluhan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel, Jumat (4/10) melakukan aksi damai di DPRD Sumsel

puluhan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel, Jumat (4/10) melakukan aksi damai di DPRD Sumsel

PALEMBANG, KS-Tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap terkait pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (2/10) malam lalu, terus mendapatkan reaksi dari masyarakat.

Di Sumatera Selatan (Sumsel), puluhan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel, Jumat (4/10) melakukan aksi damai di DPRD Sumsel. Mereka menggalang dukungan dari masyarakat, dengan mengumpulkan tandatangan dari masyarakat.

Pantauan Kabar Sumatera, tandatangan ini di torehkan dalam kain putih yang dipasang mereka di pagar DPRD Sumsel. “Tandatangan ini, kami kumpulkan sebagai bukti kalau masyarakat Sumsel, meminta semua komponen penegak hukum terutama KPK mengusut tuntas semua kasus dugaan suap di MK,” kata Ketua KNPI Sumsel, Sofhuan Yusfiansyah.

Dalam orasinya Sofhuan menyebut, tertangkap tangannya Ketua MK karena diduga menerima suap tersebut membuat keprihatinan banyak pihak termasuk kalangan pemuda di Sumsel.

Masyarakat Sumsel menurutnya, juga menjadi korban atas berbagai keputusan MK yang dipimpin Akil Mochtar selama ini terkait berbagai sengketa pemilukada di kabupaten dan kota di Sumsel.

“Karenanya kami menuntut dilakukan peninjauan ulang, putusan MK terkait pemilukada Sumsel, dan pemilukada di Kabupaten Banyuasin serta Empat Lawang. Kami juga menuntut, KPK untuk memberikan hukuman mati kepada Akil, “ desaknya.

Tidak hanya itu, presiden dan pimpinan lembanga tinggi negara lainnya harus segara mengambil langkah kongkrit untuk carut-marutnya akibat yang ditimbulkan oleh Akil Mochtar saat ini maupun dampaknya kedepan.

Sementara koordinator aksi (korak), Syafran Suprano mengatakan, KNPI sebagai bagian dari elemen masyarakat menginginan proses pemilukada melahirkan pemimpin yang diinginkan oleh rakyat, bukan pimpinan yang diinginkan oleh MK.

“Jangan pemilukada justru melahirkan pemimpin, yang justru dari nafsu seorang oknum hakim yang tak puas akan harta. Karenanya Akil Mochtar harus dicopot dari jabatannya, dan di hukum seberat-beratnya sebagai pertanggungjawaban atas perbuatannya selama ini,” tukasnya.

Aksi yang dilakukan KNPI Sumsel ini, sempat memanas. Mereka tidak puas, dengan anggota dewan yang tidak satu pun menemui mereka. Padahal diketahui, saat itu ada sejumlah anggota dewan di gedung DPRD Sumsel.

Ketidak puasan itu, mereka tunjukkan dengan mendorong-dorong pagar DPRD Sumsel. “Harusnya tidak seperti ini, kami ini datang hanya untuk menyampaikan aspirasi. Kenapa tidak satu pun anggota dewan yang menerima, bahkan justru pintu pagar ditutup rapat sehingga seolah-olah kami datang untuk merusak,”teriak salah satu pengurus KNPI Sumsel.

Namun suasana itu hanya berlangsung singkat, walau tidak diterima satu pun anggota dewan mereka memilih untuk meninggalkan gedung rakyat tersebut setelah sebelumnya menyerahkan berkas tuntutan kepada salah satu staf sekretariat DPRD Sumsel.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *