20 Izin Tidak Dikeluarkan

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Setiap dokter yang hendak membuka praktek di Kota Palembang, wajib mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang. Izin tersebut menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, Anton Suwindro, melalui Kepala Seksi (Kasi) Registrasi Akreditasi dan Perizinan, M Yamin, diberikan untuk melindungi masyarakat dari praktek dokter ilegal.

Yamin menjelaskan, setiap tahunnya Dinkes cukup banyak menerima permohonan izin praktek dokter. Namun tidak semua permohonan itu dikabulkan.  “Ada juga permohonan izin praktek dokter, yang kita tolak. Ada 20 permohonan izin, yang kita tidak terbitkan,” jelas Yamin ketika dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (4/10).

Menurutnya, alasan di tolak tersebut di karenakan mereka tidak memenuhi standar. Standar untuk mempunyai tempat praktik, misalnya dengan menyediakan medical record, wastafel, MOU oleh dokter pribadi dengan puskesmas untuk pembuangan jarum suntik, serta peralatan medis sesuai spesialisasi.

“Biasanya dokter-dokter spesialis senior, yang seringkali mengajukan izin praktek dokter namun tidak memenuhi standar. Sementara dokter yang baru mereka lebih nurut, dan semuanya dilengkapi,”ungkapnya.

Yamin memastikan, Dinkes tidak menghambat untuk keluarnya izin praktek dokter tersebut. Jika memang sudah lengkap syarat yang harus dipenuhi, Dinkes akan kembali merekomendasikan pada KPPT untuk segera menerbitkan surat izin praktik.

Di Palembang, dokter yang praktek sebanyak 1061 dokter umum, 1088 dokter spesialis, 321 dokter gigi, dan 14 praktik dokter gigi spesialis. Sedangkan untuk bidang, izin yang kita keluarkan sebanyak 410 dan apoteker berjumlah 179 izin.

Lebih jauh Yamin menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya praktek ilegal ataupun dokter malpraktek. Jika memang ditemukan ada dokter yang melanggar dan tidak memiliki surat izin praktek, Dinkes akan memberi sanksi mulai dari teguran hingga penutupan tempat praktik. “Ini sudah sering kami berikan himbauan,”terangnya

Selain itu, Yamin menghimbau kepada masyarakat sebagai pasien dapat ikut melaporkan jika ada dokter yang melanggar aturan. “Misalnya saja dokter yang tidak sehat secara fisik dan mental,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *