PLN Mengaku Masih Merugi

pln

PALEMBANG, KS-Per 1 Oktober lalu, tarif dasar listrik (TDL) kembali naik sesuai dengan Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 30 Tahun 2012 yang menetapkan penyesuaian TDL 2013 dilakukan secara bertahap per tiga bulan.

Walau pun naik 3,75 persen, namun  PT PLN khususnya di Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) mengaku masih tetap merugi. Alasannya menurut Lilik Purnomo, kenaikan TDL itu hanya untuk pelanggan daya  1300 watt ke atas.

Sementara pelanggan yang menggunakan tegangan 450-900 watt menurutnya, tidak terkena dampak kenaikan TDL ini. “Pengaruh dari kenaikan ini hanya dirasakan oleh industri, serta rumah tangga yang mempunyai tegangan tinggi,”kata Lilik ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut, dari data Desember 2012, pelanggan yang menggunakan daya 450-900 watt berjumlah 1.463.279 pelanggan atau 70,6 persen dari total pelanggan. Sementara pelaku industri dan pemakai daya lebih dari 1300 watt, kurang dari 30 persen.

Artinya sebut Lilik, kenaikan TDL ini tidak berpengaruh banyak terhadap pendapatan PT PLN. “Kondisi ini, semakin diperparah dengan besarnya tunggakan pembayaran rekening listrik dari pelanggan,” keluh Lilik.

Apalagi sebutnya, tunggakan pembayaran rekening listri itu kebanyakan berasal dari pelanggan dari golongan 450-900 waat dengan nilai tunggakan mencapai Rp130 miliar. “Padahal target tunggakan yang dikenakan pada PLN hanya Rp 11 miliar,”katanya

Ia juga menjelaskan, PT PLN sudah mensosialisasikan kenaikan TDL tersebut sebelumnya. Hanya saja sosialisasi yang diberikan, pada golongan yang terkena dampak dari kenaikan TDL tersebut. Selain itu sambungnya, jauh sebelum aturan kenaikan disahkan pemerintah, PLN telah menggandeng YLKI untuk mensosialisasikan hal tersebut.

Lilik juga menerangkan, kenaikan TDL per 1 Oktober tersebut adalah bagian dari kebijakan pemerintah untuk menaikan TDL dalam empat tahap. Kenaikan TDL 1 Oktober, merupakan kenaikan untuk tahap kedua.  “Namun kami tidak mengetahui apakah akan ada kenaikan lagi setelah ini, atau tidak. Sebab kami, hanya operator yang menjalankan aturan dari pemerintah saja,” tukasnya.

Sebagai informasi, melalui situs resminya, PLN merilis daftar tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga yang berlaku mulai 1 Oktober 2013. Pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA, tarif listrik tidak naik, yakni Rp415 per kilowatt-hour (kWh). Begitu juga pelanggan rumah tangga berdaya 900 VA, tarif dasarnya tetap Rp605 per kWh.

Sedangkan pelanggan rumah tangga 1.300 VA,  tarif listrik naik dari Rp928 per kWh menjadi Rp979 per kWh. Begitu pun denga pelanggan rumah tangga 2.200 VA, tarif listrik naik dari Rp947 per kWh menjadi Rp1.004 per kWh.

Hal yang sama dialami pelanggan rumah tangga 3.500 VA-5.500 VA, tarif listrik naik dari Rp1.075 per kWh menjadi Rp1.145 per kWh. Sedangkan pelanggan listrik 6.600 VA ke atas, tarif listrik naik dari Rp1.347 per kWh menjadi Rp1.352 per kW

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *